PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara resmi mengajukan permohonan dukungan anggaran sebesar Rp209,5 miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengajuan ini bertujuan untuk mempercepat implementasi solusi komprehensif guna menangani masalah banjir tahunan yang kerap melanda wilayah Sidoarjo.
Langkah konkret ini diambil melalui mekanisme audiensi langsung yang dilaksanakan di Kantor BNPB, Jakarta Timur, pada hari Senin, 4 Mei 2026. Audiensi tersebut difokuskan pada pembahasan strategi penanganan banjir yang menargetkan desa-desa yang secara rutin mengalami genangan air.
Anggaran yang diusulkan tersebut direncanakan untuk mendanai berbagai program prioritas infrastruktur vital. Program utama mencakup normalisasi Sungai Bagebug serta peningkatan kapasitas operasional sebanyak 37 unit pompa air yang sudah ada.
Selain itu, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk pengadaan perangkat pendukung seperti pompa portabel dengan kapasitas 250 liter per detik. Perbaikan signifikan pada saluran air Gedangrowo juga menjadi bagian penting dari rencana penguatan infrastruktur pengendali banjir ini.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menjelaskan bahwa faktor geografis wilayahnya yang terletak di dataran rendah, yakni pertemuan antara sungai dan laut, menjadi akar permasalahan utama banjir. Kondisi ini secara spesifik menyebabkan dampak serius dan berulang di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Kedungpeluk di Kecamatan Candi.
"Karena di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, ini agenda banjir itu tahunan. Maka solusi ini harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah," ujar Bupati Subandi, Selasa, 5 Mei 2026.
Bupati Subandi juga mengakui bahwa terjadi penurunan kemampuan anggaran daerah sebagai dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah saat ini. Kendala finansial internal ini menjadi alasan utama mengapa Pemkab Sidoarjo harus mencari dukungan eksternal dari pemerintah pusat untuk menuntaskan infrastruktur air.
"Dengan adanya efisiensi anggaran, kami harus mencari dukungan dari BNPB agar persoalan banjir ini bisa segera tertangani," ungkapnya.
Pihak BNPB dilaporkan memberikan respons yang sangat positif terhadap pemaparan kebutuhan teknis yang disampaikan oleh delegasi Pemkab Sidoarjo. Saat ini, koordinasi lebih lanjut sedang dilaksanakan untuk merumuskan bantuan konkret yang akan segera diberikan, terutama untuk kawasan Tanggulangin.