PORTAL7.CO.ID - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah memfasilitasi alokasi dana sebesar Rp200 juta pada tahun 2026. Anggaran ini diperuntukkan bagi kegiatan yang akan dilaksanakan oleh 21 istri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Dana yang dikelola oleh DP3A-KB Pangkep tersebut direncanakan untuk mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui serangkaian agenda rutin tahunan yang telah ditetapkan. Alokasi ini merupakan bagian dari siklus penganggaran dinas yang dilaksanakan secara berkala setiap tahunnya.

Kepala DP3A-KB Pangkep, Nurliah, mengonfirmasi bahwa kegiatan yang dirancang mencakup peningkatan kapasitas, aksi sosial, serta agenda studi banding. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat Pangkep.

"Anggarannya setiap tahun ada masuk ke dinas kami. Dan mereka melakukan kegiatan berupa pertemuan peningkatan kapasitas SDM, baksos dan studi tiru," ujar Nurliah, Kepala DP3A-KB Pangkep.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dari total pagu Rp200 juta tersebut, terdapat tiga jenis kegiatan utama yang telah dijadwalkan secara rinci. Selain perjalanan studi banding, kegiatan tersebut juga mencakup kompetisi seni dan pembagian bantuan sosial kepada warga.

Nurliah merinci bahwa dana tersebut akan digunakan untuk pertemuan peningkatan kapasitas SDM, sosialisasi, lomba fashion show, dan pembagian bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu.

"Anggarannya masuk di kami selaku dinas pemberdayaan perempuan. (Selain studi tiru di Bali), Rp 200 juta kegiatannya berupa pertemuan peningkatan kapasitas SDM ada sosialisasi dan lomba fashion show dan pembagian bansos sembako bagi masyarakat miskin," katanya.

Kepala Bidang Kesetaraan Gender DP3A-KB Pangkep, Sundari, memberikan rincian mengenai agenda studi tiru ke Bali yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai Minggu (10/5). Fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kerajinan batik.

"Ada kegiatan kita kunjungan ke UMKM, ada beberapa UMKM yang pernah kami datangi. Hari kedua sama hari ketiga itu ada setiap hari itu kegiatannya, ke pabrik pembuatan makanan-makanan, oleh-oleh, kita jadwal ke ke DPRD Gianyar Bali, terus hari ketiga itu ke pabrik pembuatan batik," ucap Sundari, Kabid Kesetaraan Gender DP3A-KB Pangkep.