PORTAL7.CO.ID - Kantor resmi Arema FC yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Kota Malang, didatangi oleh aksi protes dari suporter pada Rabu (29/4/2026) siang. Aksi tersebut berupa penempelan pamflet berisi kritik tajam menyusul kekalahan telak klub berjuluk Singo Edan tersebut dari Persebaya Surabaya.

Kekalahan dengan skor 0-4 dari rival abadinya tersebut terjadi dalam laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada hari sebelumnya, Selasa (28/4/2026). Kejadian ini sontak menimbulkan reaksi keras dari basis pendukung setia klub.

Pada Rabu siang, petugas kebersihan terlihat sibuk membersihkan sisa-sisa kertas pamflet yang sebelumnya menempel erat di dinding kaca gerai resmi klub. Hal ini menunjukkan betapa besarnya rasa kecewa suporter atas hasil pertandingan derby klasik tersebut.

Manajemen Arema FC secara terbuka mengakui dan memahami kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh Aremania atas rentetan hasil minor yang dialami tim. Pihak manajemen menyatakan tidak akan menutup mata terhadap situasi yang terjadi di lapangan.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa hasil buruk di laga derby ini menjadi titik peringatan keras bagi seluruh elemen di dalam tubuh klub. Ia menekankan pentingnya perbaikan internal secara total sebagai langkah respons cepat.

"Kami sangat memahami kekecewaan Aremania. Harapan besar semula ada pada laga derby ini, sebab setelah tren positif saat melawan Persib. Namun hasilnya beda," ungkap Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC.

Menindaklanjuti situasi ini, pihak manajemen telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh tim untuk menunjukkan tanggung jawab nyata. Profesionalisme pemain dan staf pelatih harus segera dibuktikan melalui raihan poin maksimal di sisa pertandingan.

"Untuk itu kami instruksikan secara tegas kepada tim agar empat laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal sebagai pembuktian profesionalisme mereka," tegas Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC.

Secara teknis, manajemen mengidentifikasi bahwa kepadatan jadwal pertandingan menjadi salah satu faktor utama penyebab penurunan performa fisik pemain. Kelelahan terakumulasi setelah mereka harus menghadapi dua laga besar beruntun melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya dalam waktu singkat.