PORTAL7.CO.ID - Tim nasional Indonesia resmi mengakhiri perjuangan mereka dalam ajang olahraga pantai bergengsi, Asian Beach Games Sanya 2026. Berdasarkan klasemen akhir yang dirilis pada Jumat (1/5/2026), Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-11.

Selama kompetisi berlangsung di Sanya, Tiongkok, skuad Merah Putih sukses membawa pulang total tiga medali. Perolehan tersebut terdiri dari satu keping medali emas dan dua medali perak yang diraih dari berbagai disiplin olahraga.

Dikutip dari Detik Sport, Indonesia mengirimkan delegasi sebanyak 22 atlet terbaiknya untuk bersaing di ajang ini. Para atlet tersebut bertanding pada tiga cabang olahraga utama, yakni voli pantai, panjat tebing, serta basket 3x3.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Krisna Bayu, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh anggota kontingen selama bertanding. Menurutnya, setiap pertandingan merupakan sarana evaluasi teknis sekaligus penguatan mental bagi para atlet nasional.

"Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Asian Beach Games Sanya 2026. Setiap pertandingan yang dijalani menjadi bagian penting dari proses peningkatan kualitas dan mental bertanding atlet kita," ujar Krisna Bayu.

Partisipasi dalam ajang ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Skuad yang diturunkan merupakan kombinasi antara atlet senior berpengalaman dan talenta muda untuk memperkuat kedalaman tim nasional.

"Kami melihat hasil ini sebagai batu pijakan. Dalam waktu dekat, kita akan menghadapi ajang yang lebih besar, yaitu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Oleh karena itu, evaluasi dan persiapan akan terus dimatangkan agar Indonesia dapat tampil lebih optimal," kata Krisna Bayu.

Fokus utama saat ini tidak hanya tertuju pada jumlah medali, melainkan pada penguatan sistem pembinaan olahraga nasional secara menyeluruh. Hal ini dinilai krusial untuk menghadapi tantangan kompetisi internasional yang semakin kompetitif di masa depan.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga konsistensi pembinaan dan memperkuat sistem. Medali adalah hasil, tetapi proses dan kesiapan menuju panggung yang lebih besar seperti Asian Games harus menjadi fokus utama kita bersama," kata Krisna Bayu.