PORTAL7.CO.ID - Perkembangan pasar otomotif Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan, di mana merek-merek kendaraan asal China kini berhasil menguasai pangsa pasar yang cukup besar. Tercatat, penetrasi pasar mobil dari Negeri Tirai Bambu ini telah mencapai kisaran 15 persen hingga akhir tahun 2025.

Fenomena peningkatan ini tidak lepas dari masifnya kehadiran merek-merek baru serta meningkatnya minat konsumen domestik terhadap kendaraan listrik (EV). Pertumbuhan ini menandai adanya perubahan preferensi yang mulai menggerus dominasi pemain lama di industri otomotif nasional.

Chief Executive Officer (CEO) PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, mengonfirmasi pergeseran kekuatan pasar ini. Ia melihat bahwa mobil-mobil dari Jepang mulai mengalami pengikisan pangsa pasar akibat gempuran produsen China dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

"Kalau itu (brand China menggantikan Jepang di Indonesia), saya rasa masyarakat yang bisa melihat ya. Shifting atau share mobil dari Jepang ke China ini sekarang meningkat cukup tajam," ujar Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

Berdasarkan data internal yang dimiliki Indomobil, tingkat penetrasi pasar sebesar 15 persen tersebut dinilai sangat tinggi untuk kategori pemain baru dalam industri otomotif Indonesia. Angka ini merupakan sinyal kuat perubahan tren di kalangan konsumen tanah air.

"Jadi sampai tahun lalu share mobil China menurut saya udah 15 persenan di Indonesia. Jadi, menurut saya, itu relatif besar atau cukup tinggi," tambah Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

Indomobil Group sendiri telah membangun kemitraan strategis dengan beberapa merek otomotif China terkemuka, meliputi Maxus, Changan, GAC AION, dan JAC Motors. Untuk semakin memperkuat posisi, Indomobil berencana menambah dua merek baru lagi pada tahun 2026, yaitu Leapmotor dan Hongqi.

Keputusan Indomobil untuk merangkul merek-merek China didasari oleh meningkatnya tren minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mendorong elektrifikasi di sektor transportasi nasional.

"Indomobil melihat ada opportunity bahwa masyarakat Indonesia tren mobil EV-nya makin meningkat, lalu pemerintah sendiri juga punya target membangun elektrifikasi di Indonesia. Jadi kenapa kita nggak manfaatkan kesempatan ini? Nah yang saat ini punya mobil EV sangat bagus kan dari China," tutur Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.