PORTAL7.CO.ID - Pengemudi kendaraan listrik kini didorong untuk lebih peka terhadap sinyal peringatan yang muncul pada panel instrumen mobil mereka. Langkah proaktif ini bertujuan agar pengemudi dapat segera melakukan evakuasi mandiri dengan aman jika terjadi kendala teknis saat berkendara.

Tindakan antisipatif ini sangat penting demi mencegah gangguan pada kelancaran arus lalu lintas di jalan raya. Hal ini disampaikan mengingat pentingnya menjaga keselamatan operasional kendaraan listrik di tengah perjalanan.

Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar, menjelaskan bahwa sistem komputer mobil listrik modern dirancang untuk memberikan peringatan dini sebelum kerusakan menjadi lebih serius. Peringatan ini biasanya ditampilkan melalui ikon visual spesifik di dasbor.

"Biasanya ini dalam bentuk indikator atau warning. Tindakan yang harus dilakukan adalah mengindahkan peringatan tersebut. Biasanya indikator juga mempunyai konvensi tersendiri, misalnya apabila warna kuning berarti peringatan, dan warna merah berarti bahaya," kata Gofar, Founder EVSafe Indonesia.

Saat sistem mendeteksi adanya kegagalan fungsi, mobil listrik akan secara otomatis mengaktifkan mode keselamatan yang dikenal di Indonesia sebagai Limp Mode. Mode ini berfungsi membatasi kinerja mesin demi melindungi komponen utama kendaraan.

"Dalam limp mode, mobil masih bisa dikendarai, tapi dengan performa yang terbatas (kecepatan, akselerasi) dengan tujuan operator dapat mengarahkan mobil ke tempat yang aman dan berhenti," ujar Gofar, Founder EVSafe Indonesia.

Pemahaman mendalam mengenai arti setiap lampu indikator menjadi sangat krusial bagi setiap pemilik mobil listrik. Mengabaikan atau salah merespons peringatan dapat memperburuk kondisi teknis hingga berpotensi menyebabkan kegagalan sistem kelistrikan yang fatal.

"Sering kali yang membuat kerusakan lebih parah adalah dengan mengabaikan indikator atau warning mobil. Oleh karena itu sebaiknya operator juga paham dengan makna indikator atau warning apabila tiba-tiba aktif," sebut Gofar, Founder EVSafe Indonesia.

Salah satu skenario umum yang menyebabkan mobil listrik berhenti adalah ketika daya baterai utama hampir habis. Sebelum mencapai nol persen, sistem akan mengaktifkan Turtle Mode sebagai peringatan terakhir kepada pengemudi.