PORTAL7.CO.ID - Kegemparan muncul di dunia olahraga setelah legenda gulat profesional, Ric Flair, menyuarakan kekecewaannya terhadap bintang Los Angeles Lakers, Luka Doncic. Kritik ini dipicu oleh absennya Doncic dalam pertandingan pembuka semifinal wilayah melawan Oklahoma City Thunder pada Selasa malam karena masalah cedera hamstring.
Kekalahan telak Lakers dengan skor akhir 90-108 menjadi pemicu utama kemarahan Flair. Ia berpendapat bahwa seorang pemain dengan kontrak bernilai fantastis seharusnya menunjukkan dedikasi lebih dengan tampil di lapangan meskipun sedang mengalami cedera.
Ric Flair secara terbuka menyampaikan kritiknya melalui platform media sosial X miliknya. Ia mengungkapkan rasa tidak percayanya melihat pemain bintang tersebut tidak hadir saat tim sangat membutuhkan kehadirannya di babak krusial playoff.
"Sungguh mengecewakan melihat pemain yang dibayar 50 juta dolar per tahun (sekitar Rp811 miliar) tidak berada di lapangan dan berjuang mengatasi rasa sakitnya! Ini tak masuk akal!" tulis Ric Flair dalam unggahannya yang kemudian memicu banyak reaksi.
Kekesalan Flair bahkan berlanjut pada saran radikal kepada manajemen Lakers. Ia mendesak agar klub mempertimbangkan untuk melepas Doncic pada bursa transfer musim panas mendatang karena dianggap tidak bisa diandalkan saat dibutuhkan.
"Tidak ada tim yang menginginkan pemain yang dianggap 'kuda tua yang pincang' (lame duck) di dalam skuat mereka!" tegas Flair, menekankan bahwa ketidakhadiran Doncic sangat merugikan tim di momen penting tersebut.
Menyikapi gelombang reaksi publik atas pernyataannya, Flair kemudian mengunggah klarifikasi pada Rabu pagi. Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan inti dari kritik awalnya mengenai kewajiban pemain bintang.
"Sebagai klarifikasi, tentu saja mereka tidak akan menukar Luka Doncic karena dia adalah masa depan dan bintang utama waralaba mereka. Namun, jika kita hitung, rata-rata dia mencetak 33 poin per game; jika dia hanya bisa menyumbang 20 poin dan LeBron James mencetak 27 poin, Lakers seharusnya tetap menang!" ujar Ric Flair mengenai analisisnya.
Flair juga menegaskan bahwa opininya tersebut adalah hak prerogatifnya sebagai penggemar olahraga yang memiliki standar tinggi. Ia menyatakan akan bersikap sama terhadap bintang tim lain jika menemukan situasi serupa.