PORTAL7.CO.ID - Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) memberikan penjelasan mendalam mengenai tren depresiasi nilai tukar Rupiah yang terjadi belakangan ini. Penjelasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur BI dalam sebuah sesi konferensi pers yang diadakan di Jakarta.

Momen penting ini terjadi setelah penyelenggaraan Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2026 yang berlangsung pada hari Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan tersebut menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sistem keuangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur BI, Perry Warjiyo, memaparkan analisis komprehensif terkait pergerakan mata uang Garuda. Fokus utama paparannya adalah mengidentifikasi akar penyebab utama yang menekan nilai tukar Rupiah di pasar domestik.

Perry Warjiyo secara tegas menyampaikan bahwa pelemahan yang dialami Rupiah saat ini tidak menunjukkan adanya kelemahan fundamental pada struktur perekonomian Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menenangkan publik mengenai kesehatan ekonomi dalam negeri.

"Pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi internal perekonomian Indonesia," ujar Perry Warjiyo, menegaskan bahwa masalahnya bersumber dari luar.

Menurut Gubernur BI, tekanan depresiasi ini lebih banyak dipicu oleh dinamika yang terjadi di pasar keuangan global yang sedang mengalami volatilitas tinggi. Faktor eksternal ini menjadi kontributor terbesar pelemahan Rupiah.

Selain faktor global, Perry Warjiyo juga menyoroti adanya pengaruh dari sisi musiman yang turut memperburuk tekanan terhadap mata uang nasional. Kombinasi kedua faktor ini menjadi pemicu utama gejolak nilai tukar.

"Depresiasi tersebut lebih disebabkan oleh tekanan signifikan dari dinamika pasar global yang sedang bergejolak," kata beliau, menekankan bahwa sentimen pasar internasional sangat menentukan.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, konferensi pers ini memberikan kerangka pemahaman yang jelas bagi masyarakat dan pelaku pasar mengenai akar persoalan yang dihadapi Rupiah. BI meyakinkan bahwa respons kebijakan telah disiapkan untuk menjaga stabilitas.