PORTAL7.CO.ID - Insiden tak terduga terjadi di sesi latihan klub Santos pada Minggu (3/5/2026), di mana penyerang bintang klub, Neymar, terlibat dalam konfrontasi fisik dengan rekan setimnya, Robinho Jr. Kejadian ini memicu reaksi keras dan akhirnya memaksa Neymar untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan pihak terkait.

Perkelahian fisik tersebut bermula dari adu mulut dan saling dorong antara kedua pemain saat sesi latihan berlangsung. Menurut informasi awal, Neymar yang saat itu berusia 34 tahun merasa tersinggung setelah dilewati oleh Robinho Jr, yang kemudian memicu reaksi emosional yang berujung pada penamparan.

Manajemen Santos segera mengambil langkah cepat untuk meredam ketegangan yang muncul di lapangan hijau tersebut dengan meluncurkan investigasi internal. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa konflik pribadi antar pemain tidak merusak keharmonisan tim secara keseluruhan.

Robinho Jr dilaporkan merasa sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh seniornya tersebut dan sempat menuntut agar Neymar menyampaikan permintaan maafnya secara publik. Meskipun demikian, Neymar tetap diturunkan dalam pertandingan penting berikutnya.

Neymar tercatat tampil dalam laga CONMEBOL Sudamericana pada Rabu (6/6/2026), di mana ia berhasil menyumbang gol dalam hasil imbang 1-1 Santos melawan Recoleta. Hal ini menunjukkan bahwa pihak klub telah berupaya memulihkan situasi agar fokus kembali pada kompetisi.

Setelah sesi latihan kembali berjalan normal, Neymar memberikan klarifikasi langsung kepada media mengenai akar permasalahannya. Eks penggawa Barcelona tersebut mengakui sepenuhnya kesalahannya dalam merespons situasi yang terjadi di lapangan latihan.

"Jika mereka menginginkan permintaan maaf kepada pers, ini dia. Saya sudah meminta maaf kepadanya dan keluarganya," kata Neymar kepada ESPN Brasil.

Neymar menekankan bahwa luapan emosinya pada momen tersebut merupakan sebuah kekhilafan yang seharusnya bisa ia hindari demi menjaga suasana tim. Ia menambahkan bahwa tekanan dalam dunia sepak bola kadang memicu reaksi tak terduga dari para pemain.

"Saya bereaksi berlebihan, ya, dalam reaksi saya. Seharusnya bisa berbeda, tetapi saya akhirnya kehilangan kendali emosi. Semua orang membuat kesalahan; itu kesalahan saya, itu kesalahannya, saya membuat kesalahan yang lebih besar," tambah Neymar.