PORTAL7.CO.ID - Crystal Palace akan melakoni pertandingan krusial leg kedua semifinal Liga Konferensi Eropa melawan Shakhtar Donetsk di Selhurst Park pada Kamis, 7 Mei 2026. Pertandingan ini bertujuan memastikan satu tempat di babak final kompetisi Eropa yang akan digelar di Leipzig.
Klub asal London selatan tersebut saat ini memegang kendali pertandingan dengan keunggulan agregat 3-1 dari pertemuan pertama pekan lalu. Keunggulan ini menjadi modal psikologis penting bagi The Eagles dalam upaya meraih pencapaian kontinental perdana mereka.
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, menegaskan bahwa ia ingin mengakhiri masa baktinya di klub dengan sebuah persembahan terbaik sebelum kontraknya berakhir pada Juni mendatang. Glasner sebelumnya telah sukses membawa Palace meraih gelar Piala FA 2025 dan Community Shield.
"Saya sudah membuat keputusan dan saya punya alasan untuk itu, tetapi seperti yang selalu saya katakan, kami ingin mengakhiri musim dengan cara terbaik—dan sekarang kami punya kesempatan untuk melakukannya," ujar Oliver Glasner, Manajer Crystal Palace.
Glasner meminta para pemainnya untuk menjaga fokus total pada pertandingan penentuan ini, mengesampingkan segala emosi terkait rencana kepergiannya dari klub. Ia menekankan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk bersikap melankolis.
"Sekarang bukan waktunya untuk menjadi melankolis. Ini tentang tetap fokus," kata Oliver Glasner, Manajer Crystal Palace.
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan di Liga Konferensi akan menjadi pencapaian penting bagi seluruh elemen klub, sekaligus menjamin slot kompetisi Eropa untuk musim depan. Kemenangan ini adalah tentang masa depan mereka sendiri.
"Saya sangat sering mengatakan kepada para pemain: jangan lakukan ini untuk saya, lakukan untuk diri kalian sendiri, lakukan untuk klub, lakukan untuk para penggemar, karena memenangkan Liga Konferensi berarti ada sepak bola Eropa lagi tahun depan di Selhurst," tutur Oliver Glasner, Manajer Crystal Palace.
Glasner menggunakan analogi sederhana untuk memotivasi timnya agar terus menginginkan gelar juara, setelah merasakan manisnya trofi Piala FA musim lalu. Ia menuntut standar yang lebih tinggi di kancah Eropa.