PORTAL7.CO.ID - Na Daehoon, seorang figur publik, menyatakan kekecewaannya yang mendalam terhadap unggahan yang dibuat oleh Safrie Ramadhan, yang merupakan kekasih dari mantan istrinya, Julia Prastini alias Jule. Kekecewaan ini muncul setelah melihat konten yang dinilai tidak pantas dan cenderung merendahkan martabat anak-anaknya.
Permasalahan ini berpusat pada unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram kedua milik Safrie Ramadhan. Dalam unggahan tersebut, Safrie tampak berpose bersama anak-anak Daehoon, namun disertai dengan narasi yang dianggap menyindir Daehoon secara langsung.
Kronologi kejadian ini terungkap setelah Daehoon mengunggah ulang tangkapan layar dari Instagram story tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Daehoon merasa perlu untuk menunjukkan kepada publik mengenai konten yang ia anggap sebagai bahan candaan yang tidak pantas.
Salah satu unggahan yang dipermasalahkan menampilkan Safrie bersama anak-anak Daehoon dengan keterangan yang menyiratkan perbandingan kebahagiaan. Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (29/4/2026), Daehoon menyoroti kalimat tersebut.
"Keliatan kan lebih happy sama siapa sumpah jokes," tulis Safrie dalam unggahan tersebut, yang dikutip oleh Daehoon sebagai bentuk sindiran langsung kepadanya.
Selain itu, terdapat unggahan kedua yang juga memicu reaksi keras dari Daehoon. Foto tersebut memperlihatkan Jule tengah tertidur di samping anak-anak mereka.
Unggahan kedua ini dilengkapi dengan candaan bernada sensual yang dinilai Daehoon semakin tidak etis untuk dipublikasikan bersama anak-anaknya. Daehoon menegaskan bahwa anak-anaknya bukanlah objek untuk dijadikan bahan lelucon publik.
Reaksi tegas Daehoon ini menunjukkan pentingnya menjaga batas privasi dan kehormatan anak-anak di tengah dinamika hubungan orang dewasa. Tindakan mengunggah konten yang melibatkan anak dengan narasi sensitif sering kali menimbulkan konsekuensi emosional yang serius.
Dikutip dari Kompas.com, Daehoon menyampaikan ketegasannya mengenai hal ini sebagai bentuk perlindungan terhadap buah hatinya. Ia menekankan bahwa anak-anaknya tidak seharusnya menjadi subjek dari drama atau candaan orang dewasa di media sosial.