PORTAL7.CO.ID - Membicarakan masa depan sebuah bangsa tanpa menempatkan perempuan sebagai poros utamanya adalah sebuah kekeliruan sosiologis yang fatal. Dalam diskursus keislaman, Muslimah bukanlah sekadar pelengkap dalam struktur sosial, melainkan fondasi kokoh yang menentukan tegak atau runtuhnya sebuah peradaban. Sejarah telah mencatat bahwa kemajuan sebuah kaum sangat bergantung pada sejauh mana kaum perempuannya diberikan ruang untuk bertumbuh secara intelektual dan spiritual tanpa menanggalkan jati diri fitrahnya sebagai hamba Allah yang mulia.

Landasan filosofis mengenai kesetaraan peran dalam menebar kebaikan telah ditegaskan secara gamblang dalam Al-Qur'an. Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan mandat yang setara kepada laki-laki dan perempuan untuk menjadi pelindung satu sama lain dalam bingkai iman dan amal saleh. Hal ini membuktikan bahwa peran Muslimah tidaklah terbatas pada ruang-ruang privat, melainkan memiliki resonansi yang luas hingga ke ranah publik demi tegaknya nilai-nilai kebenaran.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS. At-Tawbah: 71)

Janji Allah bagi mereka yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, adalah kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) di dunia dan balasan yang sempurna di akhirat. Hal ini menjadi motivasi spiritual bagi setiap Muslimah untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa. Tidak ada dikotomi antara kesalehan pribadi dan kemanfaatan sosial, karena keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan menuju rida Ilahi.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemahan: "Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)

Kepemimpinan dalam Islam bersifat universal dan mencakup setiap individu sesuai dengan kapasitas dan ruang lingkupnya masing-masing. Seorang Muslimah adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya tersebut. Hal ini menunjukkan betapa strategisnya posisi perempuan dalam menjaga keutuhan struktur sosial masyarakat Muslim dari ancaman dekadensi moral.

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

Terjemahan: "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya. Dan seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Terjemahan: "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35)