PORTAL7.CO.ID - PSS Sleman dan Persipura Jayapura kini berada di ambang penentuan untuk mengamankan satu tiket promosi langsung ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1. Pertandingan krusial pada pekan terakhir putaran ketiga Grup B Championship Liga 2 2025-2026 ini dijadwalkan berlangsung serentak pada Minggu (3/5/2026).

Kedua tim saat ini memiliki perolehan poin yang sama kuat, yakni mengoleksi 53 poin dari 26 laga yang telah dijalani sepanjang musim. Namun, PSS Sleman berada di posisi yang sedikit lebih diuntungkan karena unggul dalam produktivitas selisih gol plus 31, dibandingkan Persipura yang mengantongi selisih gol plus 25.

Sesuai jadwal kompetisi, PSS Sleman akan menjamu PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada pukul 19.00 WIB untuk mengunci posisi puncak. Di saat yang bersamaan, Persipura Jayapura akan melakoni laga penentu melawan Persiku Kudus guna mengejar ketertinggalan poin maupun selisih gol.

Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi laga hidup mati di hadapan pendukung sendiri tersebut. Ia menginstruksikan para pemainnya untuk tampil agresif dan memberikan tekanan tinggi kepada lawan sejak peluit pertama dibunyikan.

"Kami akan mencoba mengambil inisiatif sejak menit-menit awal dengan memberikan tekanan tinggi kepada lawan," ujar Ansyari Lubis sebagaimana dikutip dari situs ILeague.

Konsistensi menjadi tantangan besar bagi tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut mengingat performa mereka yang sempat fluktuatif dalam satu bulan terakhir. PSS tercatat sempat menelan kekalahan pahit dari Barito Putera dan hanya meraih hasil imbang saat menghadapi Persiba beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan lawannya, Persipura Jayapura datang dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi setelah mencatatkan tren positif di akhir musim. Tim Mutiara Hitam sukses menyapu bersih empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir yang mereka lakoni.

Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, menekankan bahwa aspek mental menjadi kunci utama bagi anak asuhnya menjelang laga puncak ini. Fokus manajemen saat ini adalah memastikan para pemain tetap tenang dan percaya diri meskipun berada di bawah tekanan besar untuk kembali ke Liga 1.

"Selain aspek teknis, fokus utama manajemen saat ini adalah menjaga mentalitas dan psikologi pemain agar tetap percaya diri menghadapi tekanan yang semakin besar menuju puncak kompetisi," kata Rahmad Darmawan dilansir dari Tribun Papua.