PORTAL7.CO.ID - Membangun sebuah peradaban besar tidaklah cukup hanya dengan menumpuk batu bata kemajuan fisik atau kecanggihan teknologi semata. Peradaban yang kokoh dan abadi justru berakar pada kualitas manusia yang menghuninya, terutama pada fondasi karakter serta moralitas yang ditanamkan sejak dini dalam unit terkecil masyarakat. Dalam narasi besar pembangunan bangsa, posisi Muslimah seringkali terjebak dalam dikotomi sempit antara domestikasi mutlak atau emansipasi yang tercerabut dari akar wahyu, padahal Islam menempatkan perempuan sebagai poros utama yang menentukan warna masa depan sebuah generasi.

Kesadaran akan pentingnya menyiapkan generasi yang kuat harus menjadi prioritas utama bagi setiap Muslimah, terutama dalam menghadapi ketidakpastian zaman. Hal ini sejalan dengan peringatan Allah SWT dalam Al-Qur'an agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah di masa depan, baik secara ekonomi, intelektual, maupun spiritual.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Terjemahan: "Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." (QS. An-Nisa: 9)

Pendidikan bagi perempuan dalam pandangan Islam bukanlah sebuah opsi atau kemewahan, melainkan sebuah kewajiban fundamental agar ia mampu menavigasi zaman yang kian kompleks. Seorang Muslimah yang terdidik akan memiliki kemampuan literasi yang baik untuk memfilter arus informasi di era disrupsi, sehingga ia tidak mudah terombang-ambing oleh tren yang merusak akidah. Investasi terbaik bagi seorang Muslimah adalah ilmu, karena ilmu tersebut akan menjadi warisan abadi yang terus mengalir pahalanya melalui anak-anak yang saleh dan bermanfaat bagi umat.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Terjemahan: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan kepadanya." (HR. Muslim)

Integritas dan keluhuran budi pekerti merupakan mata uang yang paling berharga di masa depan, melebihi sekadar kecerdasan kecerdasan buatan (AI) atau keterampilan teknis lainnya. Islam telah memberikan standar yang sangat tinggi bagi laki-laki maupun perempuan dalam hal kualitas spiritual dan sosial mereka. Setiap Muslimah dipanggil untuk mencapai derajat *muttaqin* yang memiliki keseimbangan antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Terjemahan: "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35)

Sebagai kesimpulan, mari kita sadari bahwa masa depan umat ini sangat bergantung pada kualitas para Muslimahnya saat ini. Jika rahim-rahim para ibu diisi dengan doa dan pendidikan akhlak yang kuat, maka peradaban Islam yang gemilang bukanlah sekadar impian belaka. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, hidayah, dan kesabaran bagi para Muslimah dalam menjalankan peran mulianya sebagai penjaga benteng terakhir moralitas bangsa.

Sebagai penutup, marilah kita senantiasa memanjatkan doa agar Allah menganugerahkan kepada kita keluarga yang menjadi penyejuk mata dan pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa, sebagaimana yang diajarkan dalam untaian ayat suci-Nya:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا