PORTAL7.CO.ID - Situasi panas tengah menyelimuti kursi kepelatihan Chelsea, yang memicu munculnya nama-nama baru dalam bursa kandidat pengganti. Manajer Como, Cesc Fabregas, kini menjadi sorotan setelah namanya dikaitkan dengan klub raksasa London tersebut.
Nama Fabregas mulai ramai diperbincangkan publik sepak bola setelah manajemen Chelsea memutuskan untuk memecat Liam Rosenior. Pemecatan ini terjadi hanya dalam kurun waktu tiga bulan sejak Rosenior resmi menjabat sebagai nakhoda tim.
Keputusan drastis tersebut diambil menyusul rentetan hasil buruk yang dialami Chelsea, yaitu lima kekalahan berturut-turut tanpa mampu mencetak satu gol pun. Rekor ini disebut-sebut sebagai catatan terburuk klub sejak tahun 1912.
Saat ini, kursi pelatih sementara Chelsea diisi oleh Calum McFarlane hingga sisa musim kompetisi 2025/2026 berakhir. Meskipun Rosenior masih terikat kontrak, Chelsea dapat memutusnya tanpa kewajiban membayar sisa gaji penuh berkat klausul khusus yang ada.
Fabregas dianggap sebagai kandidat menarik karena performa gemilang yang ia tunjukkan bersama Como di kancah Liga Italia. Ia berhasil membawa timnya menduduki peringkat kelima, membuka peluang besar untuk lolos ke kompetisi Liga Champions musim depan.
Meski demikian, pria asal Spanyol ini secara tegas menepis spekulasi kepindahan mendadak, menegaskan bahwa ia belum siap meninggalkan proyek yang sedang ia bangun di Como. Ia mengakui bahwa melatih di kompetisi tertinggi Inggris selalu menjadi impian kariernya.
"Premier League hanyalah liga terbaik di dunia. Saya selalu jelas soal itu. Saya merasakannya sebagai pemain dan saya merasakannya sekarang sebagai manajer," ujar Cesc Fabregas mengenai pandangannya terhadap Liga Inggris.
Fabregas kemudian mengenang nasihat dari mantan mentornya mengenai panjangnya perjalanan karier seorang manajer profesional. Ia merasa belum perlu terburu-buru mengambil langkah besar tersebut saat ini.
"Namun, Jose Mourinho pernah memberi tahu bahwa saya punya waktu 30 tahun masa kerja di depan saya. Jadi, saya bisa dengan senang hati tinggal di sini selama 10 tahun dan baru pindah ke Inggris dalam 12 atau 15 tahun ke depan," kata Fabregas.