PORTAL7.CO.ID - Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Prof Dr HM Ali Azis M.Ag., menyampaikan seruan penting kepada seluruh jamaah setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia mendorong umat Muslim untuk konsisten memberikan dampak positif bagi masyarakat luas pasca berakhirnya bulan suci Ramadhan.
Seruan ini disampaikan oleh Prof. Ali Azis saat menyampaikan khutbah Idul Fitri yang berlangsung di Surabaya pada hari Sabtu. Momentum Idul Fitri menjadi titik tolak untuk merefleksikan hasil ibadah selama satu bulan penuh.
Menurut pandangan Prof. Ali Azis, ibadah puasa Ramadhan sejatinya berfungsi melatih umat Muslim dalam mengendalikan hawa nafsu sekaligus meningkatkan kualitas bersedekah. Hal ini merupakan bekal penting untuk kehidupan sehari-hari.
"Itu berarti, kita dilatih Ramadhan menjadi Muslim berdampak, yaitu Muslim yang memberi kontribusi kepada masyarakat," ujar Prof. Ali Azis dalam khutbahnya.
Khutbah tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Shalat Idul Fitri yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak, beserta sekitar 50.000 jamaah.
Prof. Ali Azis menjelaskan bahwa konsep Muslim yang memberikan dampak positif ini sejatinya selaras dengan istilah dalam hadis, yaitu "Anfa'uhum Linnas," yang berarti seseorang yang paling bermanfaat bagi sesama manusia.
Ia juga mengutip Al-Qur'an (21: 106) untuk menegaskan bahwa Muslim berdampak harus mewujudkan sifat rahmatan lil ’alamin. Ini berarti mereka harus menjadi pemecah masalah yang menawarkan solusi atau kebahagiaan bagi kemanusiaan, tanpa memandang latar belakang agama maupun lingkungan.
Sebagai penyeimbang, Prof. Ali Azis mengingatkan adanya lawan kata dari Muslim berdampak, yaitu muslim la’natan lil alamin. Kelompok ini justru dicirikan sebagai pihak yang menimbulkan masalah di tengah masyarakat dan lingkungan sekitar.
Prof. Ali Azis berharap semangat positif Ramadhan dapat melahirkan tokoh-tokoh Muslim berdampak, mencontoh figur historis seperti Al-Khawarizmi di bidang Aljabar serta Ibnu Sina dalam kedokteran. Ia juga mencontohkan tokoh bangsa seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari.