PORTAL7.CO.ID - Umat Muslim yang berada di wilayah Makassar kini tengah bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan tahun 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Sebagai panduan esensial dalam menjalankan ibadah shaum, jadwal imsakiyah telah menjadi acuan utama bagi para jemaah.

Jadwal imsakiyah ini mencakup informasi krusial, seperti waktu dimulainya menahan diri (imsak), waktu pelaksanaan salat wajib, hingga waktu diizinkannya berbuka puasa (iftar). Informasi ini sangat vital untuk memastikan ketepatan waktu ibadah sepanjang bulan tersebut.

Secara spesifik, bagi warga Makassar yang memerlukan patokan harian, berikut adalah jadwal salat yang berlaku untuk hari Kamis, 26 Maret 2026, sebagai referensi awal. Waktu-waktu ibadah ini bersifat dinamis dan harus dipantau setiap hari.

Penentuan waktu ibadah harian ini sepenuhnya didasarkan pada pergerakan dan posisi matahari yang berubah-ubah. Oleh karena itu, pemantauan jadwal salat harian menjadi sebuah keharusan bagi umat Islam dalam menjalankan kewajiban agamanya.

Perbedaan letak geografis antar wilayah secara otomatis menimbulkan variasi waktu salat, termasuk antara Makassar dengan daerah lain di Indonesia. Selain itu, kondisi astronomis spesifik pada setiap hari juga turut memengaruhi perbedaan waktu tersebut.

Agar pelaksanaan ibadah puasa dan salat dapat mencapai tingkat akurasi yang optimal, umat Islam sangat disarankan untuk menggunakan jadwal yang telah disesuaikan secara khusus dengan lokasi geografis masing-masing kota.

Selain berpegangan teguh pada jadwal imsakiyah yang telah disediakan, umat Muslim dianjurkan untuk memperhatikan aspek spiritual lainnya dalam menyempurnakan ibadah puasa. Salah satu amalan penting adalah membaca niat puasa Ramadhan sebelum waktu imsak tiba.

Teks niat puasa yang dianjurkan adalah "Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta’aalaa." Hal ini merupakan penegasan niat di dalam hati untuk menunaikan kewajiban suci tersebut.

Niat tersebut memiliki arti, "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala," sebagaimana diterjemahkan dari lafadz aslinya. Ini menegaskan bahwa ibadah puasa harus didasari oleh ketulusan karena Allah SWT.