PORTAL7.CO.ID - Puasa Syawal merupakan tradisi ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam segera setelah merayakan Hari Raya Idulfitri. Amalan ini dilaksanakan selama enam hari penuh sepanjang bulan Syawal, menyimpan keutamaan besar yang luar biasa.

Keutamaan dari melaksanakan puasa Syawal ini adalah pahalanya disetarakan dengan berpuasa selama satu tahun penuh bagi mereka yang menyempurnakan puasa Ramadan sebelumnya. Ibadah ini memberikan kesempatan untuk meraih keberkahan ekstra pasca Ramadan.

Meskipun demikian, pelaksanaan puasa Syawal memiliki batasan waktu yang jelas, yaitu hanya boleh dilakukan selama bulan Syawal berlangsung. Batas akhir puasa ini adalah sebelum masuknya bulan Zulkaidah.

Puasa sunnah ini fleksibel, dapat dilakukan secara berurutan sejak awal Syawal atau dipecah-pecah sepanjang bulan. Namun, para ulama menganjurkan pelaksanaan secara berurutan untuk mendapatkan kesempurnaan yang lebih utama.

Berdasarkan penetapan awal bulan, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026 menurut ketetapan pemerintah, sementara Muhammadiyah menetapkannya sehari lebih awal pada 20 Maret 2026.

Dengan asumsi bulan Syawal berjalan penuh selama 30 hari, perkiraan tanggal penutup puasa Syawal akan jatuh sekitar pertengahan April, yakni tanggal 17 atau 18 April 2026. Penting untuk memantau konfirmasi kalender Hijriah terbaru.

Bagi yang ingin melaksanakannya, lafal niat puasa Syawal yang dibaca di malam hari adalah: "Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min syawwalin sunnatan lillahi ta'ala," yang artinya adalah niat puasa sunnah Syawal untuk esok hari karena Allah Ta'ala.

Dilansir dari Liputan6.com, diterangkan bahwa niat puasa sunnah ini dapat diucapkan pada malam hari sebelum fajar, namun diperbolehkan juga di pagi hari selama belum ada aktivitas membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Tata cara pelaksanaan puasa Syawal tidak berbeda jauh dengan puasa wajib lainnya, yakni dimulai dengan niat, menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan hingga waktu Magrib tiba. Doa berbuka puasa Syawal pun menggunakan bacaan yang sama dengan puasa sunnah lainnya.