PORTAL7.CO.ID - Umat Muhammadiyah di seluruh Bali melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Momen bersejarah ini terjadi sehari setelah umat Hindu di provinsi tersebut menuntaskan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.
Pelaksanaan ibadah salat hari raya tersebut berlangsung sekitar satu jam setelah berakhirnya ritual Catur Brata Penyepian. Secara kebetulan, hari pelaksanaan Idul Fitri bagi Muhammadiyah ini bertepatan dengan perayaan Ngembak Geni, menandai berakhirnya heningnya perayaan Nyepi.
Sebelumnya, umat Hindu telah menjalankan seluruh rangkaian Catur Brata Penyepian mulai Kamis, 19 Maret 2026, pukul 06.00 Wita hingga Jumat pagi pukul 06.00 Wita. Hal ini menunjukkan adanya tahapan ritual yang harus dihormati oleh seluruh elemen masyarakat Bali.
Di Kota Denpasar, pusat utama pelaksanaan Salat Idul Fitri Muhammadiyah dipusatkan di Lapangan Niti Mandala Renon. Ribuan jamaah mulai memadati lapangan tersebut sejak pukul 06.00 Wita, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut hari kemenangan.
Ibadah salat berlangsung dengan suasana yang sangat khusyuk dan tertib, diisi dengan khotbah yang disampaikan oleh khatib bernama Sya’ban Rafii. Prosesi ibadah ini menjadi cerminan kedewasaan beragama di tengah keragaman tradisi.
"Muhammadiyah menetapkan hari ini kami berlebaran, alhamdulillah kemarin kami mampu menjaga kondusifitas saat Nyepi dan hari ini kita menjaga sikap untuk tidak berlebihan karena masih ada saudara-saudara kita masih melaksanakan ibadah puasa," kata Tatang Wisnu Wardhana kepada Kompas.com, Jumat (20/3/2026).
Tatang Wisnu Wardhana, selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Denpasar, secara eksplisit mengajak seluruh warga untuk terus mengedepankan semangat toleransi. Hal ini penting mengingat adanya perbedaan waktu dalam penetapan hari raya Idul Fitri.
Selain di Lapangan Niti Mandala Renon, Kota Denpasar juga menjadi lokasi pelaksanaan salat Id di beberapa titik lain. Hal ini termasuk halaman SD Muhammadiyah 1 Denpasar dan Mushala KH Ahmad Dahlan di Perguruan Muhammadiyah Sebelanga.
Secara komprehensif, terdapat 11 lokasi berbeda yang menjadi tempat pelaksanaan Salat Id bagi warga Muhammadiyah di Bali. Titik-titik tersebut tersebar merata di wilayah Denpasar dan beberapa kabupaten lainnya.