PORTAL7.CO.ID - Republik Demokratik (RD) Kongo akhirnya mencatatkan namanya kembali di daftar peserta Piala Dunia setelah jeda panjang selama 52 tahun. Pencapaian monumental ini terwujud setelah mereka berhasil mengalahkan Jamaika dengan skor tipis 1-0 dalam laga final play-off interkontinental yang menegangkan.
Pertandingan krusial tersebut dilangsungkan di Stadion Guadalajara, Meksiko, dan kemenangan tim berjuluk "Macan Tutul" ini dipastikan melalui gol tunggal yang tercipta di masa perpanjangan waktu. Gol penentu tersebut dicetak oleh sang pahlawan baru, Axel Tuanzebe, yang memastikan RD Kongo menempati slot terakhir di Grup K turnamen akbar tersebut.
Axel Tuanzebe mengungkapkan betapa besarnya arti momen bersejarah ini bagi perjalanan kariernya di dunia sepak bola. Pemain yang lahir di Bunia ini kini namanya terukir abadi dalam sejarah sepak bola Kongo setelah sebelumnya memutuskan untuk membela negara tanah kelahirannya tersebut.
Duel melawan Jamaika berjalan sangat ketat dan seimbang, memaksa kedua tim untuk melanjutkan perjuangan melewati batas waktu normal 90 menit. Sempat terjadi ketegangan ketika penyerang andalan, Cedric Bakambu, berhasil dua kali menjebol gawang Jamaika, namun kedua gol tersebut dianulir wasit karena terperangkap dalam posisi offside.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-100 babak tambahan waktu. Berawal dari skema tendangan penjuru yang dieksekusi oleh Brian Cipenga, bola sempat membentur bek Jamaika, Joel Latibeaudiere, sebelum akhirnya menyentuh tubuh Axel Tuanzebe dan bersarang di dalam gawang lawan.
Keputusan wasit sempat tertunda sejenak untuk melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR) guna memastikan tidak ada pelanggaran handball yang dilakukan oleh Tuanzebe. Setelah pemeriksaan menyeluruh, wasit akhirnya menyatakan gol tersebut sah karena bola dipastikan tidak mengenai lengan pemain Burnley tersebut.
Timnas Jamaika, yang memiliki ambisi besar untuk mengulangi partisipasi mereka di Piala Dunia edisi 1998, tampak kesulitan untuk membangun serangan yang benar-benar mengancam gawang RD Kongo. Pasukan asuhan Rudolph Speid terus menerus menghadapi soliditas organisasi pertahanan RD Kongo yang sangat rapat.
Sebaliknya, RD Kongo nyaris menambah pundi-pundi gol mereka menjelang akhir babak tambahan melalui skema serangan balik cepat. Gelandang Watford, Edo Kayembe, mendapatkan peluang emas tersebut, meskipun hasil akhir tendangannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Perjalanan panjang RD Kongo menuju Meksiko merupakan buah dari perjuangan keras yang melibatkan 13 pertandingan kualifikasi sejak November 2023. Sebelum mencapai final play-off ini, skuad asuhan Sebastien Desabre ini sudah berhasil menyingkirkan tim kuat seperti Kamerun dan Nigeria.