PORTAL7.CO.ID - Kegagalan pahit menimpa Timnas Italia setelah mereka takluk dari Bosnia dan Herzegovina dalam laga penentuan kualifikasi Piala Dunia 2026. Hasil ini memastikan Gli Azzurri tidak akan berpartisipasi dalam turnamen akbar sepak bola dunia tahun itu.

Laga krusial tersebut digelar di Stadion Bilino Polje pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Pertandingan berjalan ketat hingga waktu normal dan babak tambahan 2x15 menit berakhir dengan skor imbang 1-1.

Nasib Italia akhirnya ditentukan melalui drama adu penalti yang menegangkan. Momen duka mendalam menyelimuti kubu Italia ketika eksekutor keempat Bosnia berhasil mengonversi tendangannya menjadi gol.

Tangisan Gianluigi Donnarumma dan para pemain Italia lainnya pecah seketika setelah kekalahan tersebut dikunci. Ini merupakan kali ketiga secara beruntun Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia.

Fenomena menangis yang terlihat pada para pemain Italia setelah kegagalan besar merupakan respons fisiologis yang umum terjadi pada manusia. Hal ini dipicu oleh rangsangan emosional yang kuat, seperti kekecewaan mendalam.

Dilansir dari Detik Health, menangis merupakan respons fisiologis normal yang terpicu oleh berbagai stimulasi, baik dari faktor emosional maupun kondisi lingkungan fisik di sekitar individu.

Dikutip dari University of Miami, keluarnya air mata dapat disebabkan oleh spektrum emosi yang luas, termasuk kesedihan mendalam, rasa sakit, bahkan kebahagiaan atau perasaan lega yang meluap.

Secara medis, air mata diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama, yaitu air mata basal untuk menjaga kelembapan mata, air mata emosional akibat luapan perasaan, dan air mata refleks karena iritasi.

Dokter spesialis mata dr Claudia Arroyave menjelaskan bahwa menangis adalah bagian dari respons alami tubuh terhadap berbagai jenis rangsangan yang diterima oleh sistem saraf.