PORTAL7.CO.ID - Kegagalan Tim Nasional Italia untuk mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 telah menimbulkan gelombang kekecewaan mendalam di kalangan publik dan para legenda sepak bola negara tersebut. Salah satu yang paling vokal menyuarakan keprihatinannya adalah Angelo Di Livio, mantan gelandang sayap yang turut mengantar Italia meraih gelar juara dunia pada tahun 2006 silam.
Peristiwa pahit itu terjadi di Stadion Zenica pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, ketika skuad asuhan Luciano Spalletti tersingkir dramatis oleh tuan rumah Bosnia dan Herzegovina. Italia harus menelan kekalahan menyakitkan melalui babak adu penalti dengan skor akhir 1-4 setelah bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal.
Pertandingan krusial tersebut semakin berat bagi Italia setelah bek andalan mereka, Alessandro Bastoni, menerima kartu merah pada menit ke-41 akibat pelanggaran terhadap Amar Memic. Situasi ini memaksa Gli Azzurri berjuang keras dengan hanya sepuluh pemain di lapangan, yang berujung pada kegagalan di babak tos-tosan.
Di Livio menilai bahwa standar sepak bola Italia saat ini telah mengalami penurunan signifikan yang membuatnya berada di level yang biasa saja. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi yang terjadi pada tim nasional kesayangannya tersebut.
"Sepak bola Italia telah menjadi biasa saja," ujar Angelo Di Livio, sebagaimana dikutip dari Tuttomercatoweb, merujuk pada merosotnya kualitas kompetisi domestik.
Menurut pandangan Di Livio, krisis terbesar terletak pada kurangnya munculnya pemain-pemain istimewa yang memiliki kemampuan individu untuk mendominasi dan mengubah alur pertandingan. Ia secara khusus menyoroti hilangnya tipe pemain kreatif dengan peran sebagai 'nomor 10' klasik.
Di Livio membandingkan kondisi tim saat ini dengan era keemasannya yang diperkuat oleh talenta-talenta besar seperti Roberto Baggio, Francesco Totti, dan Alessandro Del Piero. Ia merasa bahwa pencapaian lolos ke Piala Dunia seharusnya menjadi hal yang rutin bagi Italia, bukan menjadi beban psikologis.
"Menurut saya, lolos ke Piala Dunia seharusnya hal yang normal bagi tim nasional. Tetapi kita terjebak dalam situasi psikologis yang sulit keluar," tutur pria yang pernah memperkuat Juventus dan Fiorentina ini.
Lebih lanjut, mantan pemain internasional Italia tersebut mengidentifikasi bahwa akar permasalahan terletak pada kualitas pemain yang dihasilkan oleh liga domestik saat ini. Meskipun ada nama-nama baru yang muncul seperti Moise Kean dan Pio Esposito, Di Livio merasa mereka belum mencapai kelas elite.