PORTAL7.CO.ID - Komitmen Gianluigi Buffon untuk tetap menjabat sebagai kepala delegasi Timnas Italia ditegaskan akan berlanjut setidaknya hingga Juni 2026 mendatang. Keputusan ini diambil menyusul kekecewaan mendalam atas kegagalan Gli Azzurri menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Kegagalan pahit tersebut dipastikan setelah Italia takluk dari Bosnia dan Herzegovina dalam laga final playoff zona Eropa. Pertandingan krusial tersebut diselenggarakan di Stadion Zenica pada Rabu, 1 April 2026 dini hari WIB.
Laga penentu tersebut harus diselesaikan melalui adu penalti yang berakhir dengan skor telak 4-1 untuk kemenangan tuan rumah Bosnia Herzegovina. Momen ini menambah daftar panjang kesulitan yang dihadapi sepak bola Italia.
Buffon, yang telah mengemban tugas sebagai kepala delegasi sejak Agustus 2023, menekankan bahwa kelanjutan masa baktinya sangat bergantung pada evaluasi komprehensif federasi. Ia menyatakan perlunya waktu yang bijak untuk menentukan langkah terbaik ke depan.
"Ini adalah momen sensitif, dan kami perlu mengambil waktu yang diperlukan untuk membuat evaluasi yang tepat," tutur Gianluigi Buffon saat menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Mantan kiper legendaris tersebut mengindikasikan bahwa ia bersama pelatih kepala Gennaro Gattuso akan tetap menjalankan tugas sembari menunggu keputusan resmi dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Mereka berkomitmen menjaga stabilitas tim dalam masa transisi ini.
Presiden FIGC, Gabriele Gravina, sebelumnya telah menyuarakan harapannya agar Buffon tetap berada di staf tim nasional. Hal ini bertujuan untuk menjaga kontinuitas dan stabilitas elemen internal timnas Italia di tengah krisis.
"Musim kompetisi akan berakhir pada Juni, jadi sampai saat itu sudah tepat bagi kami untuk tetap tersedia bagi federasi dan presiden," kata Buffon menjelaskan kerangka waktu komitmennya saat ini.
Tragedi ini mencatatkan sejarah kelam bagi Italia karena mereka harus absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut, menggarisbawahi kedalaman krisis yang melanda sepak bola di negara tersebut.