PORTAL7.CO.ID - Persis Solo kini berada dalam situasi krusial pada persaingan papan bawah klasemen sementara Super League 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut dituntut untuk segera meraih hasil positif guna memperbaiki posisi mereka yang kian terhimpit.

Pergeseran posisi ini dipicu oleh kemenangan penting yang diraih Madura United atas Persebaya pada pekan ini. Hasil tersebut secara otomatis membuat peringkat Persis Solo dan Persijap Jepara melorot meski keduanya belum memainkan pertandingan mereka.

"Kondisi ini membuat Persis Solo kembali menghuni zona merah degradasi dan dituntut untuk mengamankan poin penuh saat bertandang ke markas Arema FC demi menjaga asa keluar dari zona maut tersebut," dilansir dari Detikcom.

Pertandingan pekan ke-28 ini dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 18 April 2026. Laga bertajuk duel klasik ini akan memulai sepak mula (kick-off) pada pukul 15.30 WIB.

Tantangan bagi Persis Solo diprediksi akan sangat berat mengingat performa tuan rumah yang sedang menanjak. Arema FC berambisi menjaga konsistensi permainan mereka agar tetap bisa bersaing di papan tengah klasemen musim ini.

Secara statistik, kedua tim memiliki jarak poin yang cukup lebar di tabel klasemen sementara. Persis Solo saat ini tertahan di peringkat ke-16 dengan 24 poin, sedangkan Arema FC berada di posisi ke-11 dengan koleksi 35 poin.

Meski berada di zona merah, Persis Solo sebenarnya memiliki modal mental yang cukup stabil dengan catatan delapan laga terakhir tanpa kekalahan. Di sisi lain, Arema FC baru saja bangkit dengan meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang setelah sempat terpuruk.

Sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Singo Edan yang sulit dipatahkan oleh Laskar Sambernyawa dalam beberapa tahun terakhir. Persis Solo seringkali kesulitan mencuri poin penuh saat harus bermain di Malang maupun saat menjamu Arema.

Untuk meredam agresivitas tuan rumah, Persis Solo diprediksi akan mengandalkan Muhamad Riyandi di bawah mistar gawang. Lini pertahanan akan diperkuat oleh kombinasi Dusan Mijic, Kadek Raditya, Luka Dumancic, dan Dodi Van Jin.