Ketergantungan pada perangkat digital kini telah menjadi fenomena global yang merambah berbagai lapisan usia masyarakat Indonesia. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol secara perlahan mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap stabilitas kondisi psikologis seseorang.
Penelitian medis menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur. Gangguan tidur kronis tersebut menjadi pemicu utama munculnya rasa cemas berlebih dan ketidakstabilan emosi pada pengguna aktif.
Interaksi di dunia maya seringkali menciptakan standar hidup yang tidak realistis sehingga memicu perasaan rendah diri pada penggunanya. Fenomena "Fear of Missing Out" atau FOMO semakin memperparah tekanan mental karena individu merasa selalu tertinggal dari tren sosial.