Kabupaten Banyuasin kini tengah bergerak cepat dalam memperkuat sektor pertanian dengan menyiapkan tiga titik lokasi lahan strategis. Langkah krusial ini diambil sebagai bentuk dukungan penuh terhadap rencana pembangunan infrastruktur pascapanen padi yang modern. Upaya tersebut sejalan dengan lonjakan produksi gabah di wilayah tersebut yang memerlukan penanganan serius agar tidak terbuang sia-sia.
Produksi padi di Kabupaten Banyuasin telah mencatatkan angka yang sangat impresif yakni mencapai 1,18 juta ton gabah kering giling (GKG). Besarnya hasil panen ini menuntut tersedianya kapasitas daya tampung yang memadai guna menjaga kualitas beras tetap terjaga. Menanggapi situasi tersebut, Perum Bulog segera merancang skema pembangunan gudang penyimpanan berskala besar di wilayah ini.
Kesepakatan ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dengan Perum Bulog pada Selasa, 24 Februari 2026. Bupati Banyuasin, Askolani, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan solusi atas kegelisahan para petani selama masa panen raya. Menurutnya, meskipun produksi meningkat pesat, tantangan terbesar tetap terletak pada proses penyelamatan hasil panen agar bernilai ekonomis tinggi. "Ini jawaban dan harapan kita, memang saat ini kita kesulitan karena adanya peningkatan produksi saat panen," tutur Askolani dalam acara tersebut. Beliau menambahkan bahwa pemerintah daerah merasa bangga atas capaian produksi, namun tetap waspada terhadap risiko kerusakan pascapanen. Fokus utama saat ini adalah memastikan infrastruktur hilirisasi segera terwujud demi kesejahteraan petani lokal.
Pemerintah daerah telah menawarkan tiga opsi lahan dengan luas masing-masing sebesar 8,5 hektare, 4,5 hektare, dan 2,5 hektare. Area tersebut diproyeksikan tidak hanya untuk gudang Bulog, melainkan juga untuk pabrik tepung beras serta industri pakan ternak. Rencana ini akan mencakup penyediaan alat pengering (dryer), penggilingan modern, hingga silo penyimpanan yang terintegrasi secara lengkap.
Direktur SDM dan Umum Bulog, Sudarsono Hardjoesoekarto, menekankan bahwa besaran kapasitas infrastruktur nantinya akan sangat bergantung pada luas lahan yang tersedia. Semakin luas area dan semakin mudah akses jalannya, maka fasilitas yang dibangun akan memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu memberikan jaminan kepastian bagi para petani dalam mendistribusikan hasil produksi padi mereka.
Namun, Sudarsono mengingatkan agar Pemkab Banyuasin segera menuntaskan segala proses administrasi, mulai dari hibah lahan hingga persetujuan dari pihak DPRD. Lahan yang disediakan harus berstatus bersih dan tuntas secara hukum agar pembangunan dapat segera direalisasikan tanpa hambatan. Target utamanya adalah memulai pembangunan gudang pada tahun 2026 ini sebelum berlanjut ke tahap pengadaan mesin pengering.
Sumber: Infonasional