PORTAL7.CO.ID - Manajemen Chicago Bulls secara mengejutkan mengumumkan pemutusan kontrak guard muda Jaden Ivey pada tanggal 31 Maret 2026. Keputusan ini diambil menyusul serangkaian tindakan pemain yang dinilai telah merugikan keharmonisan internal tim.

Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Ivey baru saja bergabung dengan Bulls melalui skema pertukaran dari Detroit Pistons pada bulan Februari sebelumnya. Ia diproyeksikan menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang dan aset masa depan klub.

Polemik yang memicu pemutusan kontrak ini bermula dari siaran langsung yang dilakukan Ivey melalui akun Instagram pribadinya. Saat itu, pemain yang tengah menjalani masa pemulihan cedera lutut tersebut menyuarakan pandangan religius yang menuai reaksi keras dari publik.

Secara spesifik, Ivey menyampaikan kritik tajam terhadap inisiatif liga terkait Pride Month yang digelar oleh sekretariat NBA pada musim tersebut. Ia secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap dukungan NBA terhadap komunitas LGBTQ+.

Ivey menyampaikan pandangannya dengan tegas, menyatakan bahwa: "Dunia menyatakan dirinya LGBTQ, begitu pula NBA. Mereka mengajak bergabung untuk merayakan ketidakadilan. Ketidakadilan sedang dinyatakan," ujar Jaden Ivey.

Dilansir dari media olahraga ESPN, setelah pengumuman pemutusan kontrak, Jaden Ivey dilaporkan tidak menunjukkan penyesalan atas pernyataan yang telah dibuatnya. Ia justru mempertanyakan alasan resmi yang dikeluarkan oleh klub.

Ivey mempertanyakan diksi yang digunakan klub dalam pernyataan pemutusan kontraknya, dengan mengatakan: "Mengapa klub menggunakan ekspresi tindakan yang merugikan tim tanpa mengatakan secara jujur bahwa mereka tidak setuju dengan posisi saya yang menentang LGBTQ. Apa yang telah saya lakukan kepada pemain lain?" tutur Ivey.

Sumber internal klub yang dikutip ESPN menyebutkan bahwa isu perilaku Ivey sudah mulai menimbulkan masalah sejak ia pertama kali bergabung dengan Bulls. Semangat religiusnya dinilai terlalu dominan dan sering menyentuh topik-topik yang dianggap provokatif di lingkungan tim.

Menjelang pertandingan melawan San Antonio Spurs, Pelatih Chicago Bulls, Billy Donovan, memberikan tanggapan diplomatis mengenai situasi tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga etika profesionalisme di dalam organisasi.