PORTAL7.CO.ID - Keputusan mengejutkan dibuat oleh manajer interim Tottenham Hotspur, Igor Tudor, saat timnya menghadapi Atletico Madrid dalam lanjutan Liga Champions. Tudor memutuskan untuk menarik keluar penjaga gawang, Antonin Kinsky, hanya setelah pertandingan berjalan 17 menit.
Keputusan dramatis ini dipicu oleh penampilan buruk Kinsky yang menjalani debutnya di kompetisi elite Eropa tersebut. Dikutip dari Goal dan Transfermarkt, kiper berusia 22 tahun itu sudah kebobolan tiga kali dalam waktu kurang dari seperempat jam pertama laga.
Tragedi bagi Kinsky dimulai ketika ia terpeleset pada momen krusial, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Antoine Griezmann untuk mencetak gol pertama bagi Atletico Madrid. Kesalahan ini menjadi awal dari mimpi buruk bagi sang pemain muda di panggung internasional.
Rentetan gol Atletico tidak berhenti di situ, dengan Marcos Llorente dan Julian Alvarez menambah dua gol lagi. Gol Alvarez yang tercipta pada menit ke-14 detik ke-59 memastikan Tottenham mencetak rekor buruk di kompetisi tersebut.
Catatan memalukan itu menjadikan Tottenham sebagai klub tercepat yang kebobolan tiga gol dalam sejarah fase gugur Liga Champions. Situasi ini jelas memberikan tekanan besar bagi Tudor dan seluruh skuad Spurs.
Mantan kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel, memberikan kritik tajam atas langkah Tudor yang langsung mengganti Kinsky dengan Guglielmo Vicario setelah gol ketiga. Schmeichel menilai tindakan tersebut terlalu dini dan merusak mental pemain.
"Dia perlu didukung, setidaknya sampai turun minum. Tudor telah benar-benar menghancurkan kariernya. Saya merasa sangat kasihan padanya," ujar Schmeichel kepada CBS Sports mengenai penarikan Kinsky.
Kinsky dilaporkan meninggalkan lapangan dalam keadaan menangis dan harus ditenangkan oleh rekan setimnya setelah kesalahannya berujung pada gol penalti yang dicetak oleh Alvarez. Ini menunjukkan dampak psikologis yang signifikan dari insiden tersebut.
Dukungan moral juga mengalir dari sesama penjaga gawang, David de Gea, yang menyampaikan rasa simpatinya melalui unggahan di media sosial X. De Gea menegaskan betapa sulitnya posisi seorang kiper dalam tekanan tinggi.