PORTAL7.CO.ID - Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, akhirnya membuka secara rinci bagaimana ia membantu membentuk Harry Kane dari pemain biasa menjadi penyerang kelas dunia yang kini disegani di panggung kompetisi Eropa. Perubahan signifikan ini disebut Pochettino berakar pada dedikasi dan perubahan pola pikir sang striker Inggris.

Karier Kane memang mengalami peningkatan pesat di bawah bimbingan Pochettino selama kurun waktu lima tahun, yakni dari tahun 2014 hingga 2019. Selama periode tersebut, Kane mampu menorehkan catatan impresif dengan mencetak 169 gol dari total 242 penampilan bersama Spurs di bawah arahan pelatih asal Argentina tersebut.

Saat Pochettino pertama kali mengambil alih kursi kepelatihan Tottenham pada tahun 2014, ia mengingat bahwa Kane yang saat itu baru berusia 21 tahun belum menjadi pilihan utama tim. Sebelum era Pochettino, Kane bahkan lebih sering menjalani masa peminjaman di berbagai klub lain demi mendapatkan jam terbang.

"Saya ingat, Harry Kane saat itu cuma striker ketiga atau keempat," ujar Mauricio Pochettino mengenai posisi Kane di skuat ketika ia baru tiba di klub.

Namun, pandangan Pochettino berubah drastis setelah ia menyaksikan secara langsung tingkat komitmen dan etos kerja yang ditunjukkan oleh Kane dalam setiap sesi latihan. Pochettino segera melihat adanya potensi besar yang tersimpan dalam cara berpikir pemain tersebut untuk mencapai level performa tertinggi.

"Namun ketika saya bekerja dengannya, saya sudah melihat mindset-nya untuk jadi pemain yang sukses," sambung Pochettino, menyoroti perubahan mental sang penyerang.

Pochettino menekankan bahwa kesuksesan yang dinikmati Kane saat ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari perbaikan komprehensif pada kebiasaan-kebiasaan sehari-hari. Sang striker disebut sangat bersedia memperbaiki kondisi fisik dan stamina agar performanya dapat dijaga secara konsisten di level profesional.

"Itu benar, dia punya kebiasaan-kebiasaan buruk," ungkap Pochettino, mengakui bahwa ada aspek kehidupan pribadi yang perlu diperbaiki oleh Kane.

Diskusi mendalam antara pelatih dan pemain menjadi titik balik penting bagi Kane agar mulai memperhatikan detail-detail kecil di luar lapangan. Hal ini mencakup disiplin ketat terkait manajemen nutrisi dan pengaturan waktu istirahat yang lebih teratur dibandingkan sebelumnya.