PORTAL7.CO.ID - Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) kini menghadapi potensi gejolak besar dalam stabilitas kompetisi Eredivisie musim ini. Hal ini dipicu oleh langkah hukum yang diambil oleh klub NAC Breda pada Sabtu (2/5/2026), yang menggugat keabsahan administrasi terkait status pemain.
Permasalahan utama dalam gugatan ini berpusat pada administrasi pemain bertahan Timnas Indonesia, Dean James. NAC Breda menilai bahwa status James melanggar regulasi ketat mengenai gaji untuk pemain yang bukan berasal dari Uni Eropa di Belanda.
Perubahan status kewarganegaraan Dean James menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025 menjadi titik awal dari kontroversi ini. Aturan ketenagakerjaan di Belanda mensyaratkan bahwa pemain asing harus menerima upah minimal 600 ribu euro per tahun.
Namun, berdasarkan temuan klub penggugat, laporan keuangan menunjukkan bahwa gaji yang diterima James selama ini berada di bawah ambang batas minimum yang telah ditetapkan oleh regulasi tersebut.
Direktur KNVB, Marianne van Leeuwen, menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai dampak luas yang mungkin ditimbulkan oleh sengketa hukum ini terhadap kompetisi kasta tertinggi Belanda. Kekacauan tersebut diprediksi meluas karena klub-klub besar ikut bersiap.
"Ini bisa berjalan ke berbagai arah. Kami percaya ini akan menyebabkan kekacauan karena banyak klub lain telah mengajukan klaim dan, jika pengadilan memutuskan mendukung NAC, mereka juga akan mengajukan pengaduan," kata Marianne van Leeuwen, Direktur KNVB sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.
Michiel van Dijk, selaku pengacara yang mewakili KNVB, menekankan konsekuensi hukum yang mungkin terjadi jika gugatan ini terbukti benar. Ia merujuk pada regulasi standar federasi yang mengamanatkan pengulangan pertandingan jika ditemukan ketidaksahan status pemain, sebuah isu yang kini dikenal sebagai kasus 'pasportgate'.
Dampak dari masalah ini tidak hanya menimpa Dean James saja; sekitar 25 pemain lain yang baru-baru ini membela tim nasional Suriname dan Tanjung Verde juga dilaporkan terancam terdampak oleh implikasi regulasi ini.
Manajer Umum NEC Nijmegen, Wilco van Schaik, menyampaikan kritik tajam atas minimnya sosialisasi dari pihak federasi mengenai konsekuensi perubahan status naturalisasi pemain terhadap klausul kontrak mereka.