PORTAL7.CO.ID - Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) kini berada di persimpangan jalan yang sangat krusial terkait nasib kompetisi Eredivisie musim berjalan. Ancaman pembatalan kompetisi mencuat setelah munculnya tuntutan untuk mengulang sebanyak 133 pertandingan resmi.

Krisis ini dipicu oleh kasus yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Dean James, yang status kelayakannya untuk bertanding dipertanyakan. Tuntutan banding diajukan oleh klub NAC Breda pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, yang menjadi titik awal eskalasi masalah ini.

Situasi semakin memanas karena sejumlah klub besar, termasuk raksasa seperti Ajax Amsterdam dan Feyenoord Rotterdam, turut menyuarakan tuntutan serupa. Kekhawatiran ini meningkat mengingat jadwal Piala Dunia 2026 yang semakin mendekat, menekan waktu bagi penyelesaian liga.

Direktur KNVB, Marianne van Leeuwen, secara terbuka mengakui kompleksitas situasi penjadwalan yang dapat berujung pada penghentian total kompetisi musim ini.

"Ini bisa berjalan ke berbagai arah. Kami percaya ini akan menyebabkan kekacauan karena banyak klub lain telah mengajukan klaim dan, jika pengadilan memutuskan mendukung NAC, mereka juga akan mengajukan pengaduan dan memulai proses hukum singkat," ujar Marianne van Leeuwen, Direktur KNVB.

Van Leeuwen menekankan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung dapat menghambat upaya untuk menyelesaikan sisa jadwal pertandingan liga sesuai rencana awal yang telah disusun.

"Dalam hal itu, mungkin tidak mungkin untuk menyelesaikan musim liga," tambah Marianne van Leeuwen, Direktur KNVB.

Langkah hukum yang ditempuh oleh NAC Breda didasarkan pada regulasi internal federasi mengenai persyaratan sah seorang pemain dalam sebuah pertandingan resmi. Pengacara KNVB, Michiel van Dijk, menegaskan bahwa prosedur pengulangan laga adalah konsekuensi yang sudah diatur dalam hukum organisasi tersebut.

"Aturan standar KNVB adalah pertandingan harus diulang. Alasan ketidaklayakan pemain tidak relevan," tegas Michiel van Dijk, Pengacara KNVB.