PORTAL7.CO.ID - Ketegangan memuncak di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada Jumat malam, 8 Mei 2026, setelah Persipura Jayapura gagal meraih tiket promosi ke BRI Super League musim 2026/2027. Momen krusial ini memicu luapan emosi dari para pendukung setia tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut.

Insiden bermula ketika para penonton yang kecewa memutuskan turun ke lapangan sesaat setelah pertandingan berakhir. Kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC dalam babak play-off Championship 2025/2026 menjadi pemicu utama kemarahan suporter.

Akibat situasi yang memanas tersebut, aparat kepolisian segera mengambil langkah pengamanan. Mereka harus melakukan evakuasi terhadap seluruh skuad Adhyaksa FC demi menjamin keselamatan mereka sesaat setelah wasit Asker Nadjafaliev meniup peluit panjang akhir laga.

Kekacauan tidak hanya terjadi di lapangan, namun meluas hingga merusak beberapa aset stadion. Dokumentasi menunjukkan bahwa bangku cadangan pemain menjadi salah satu fasilitas yang dihancurkan oleh massa yang marah.

Lebih lanjut, situasi di luar lapangan juga dilaporkan memburuk. Rekaman video yang beredar di media sosial mengonfirmasi adanya pembakaran kendaraan di area parkir stadion. Salah satu kendaraan yang terbakar dilaporkan adalah ambulans milik kepolisian setempat.

Dampak dari kerusuhan ini sangat signifikan, menyebabkan tertahannya semua pihak di dalam stadion. Para pemain dari kedua tim, perangkat pertandingan, dan penonton lainnya terpaksa harus bertahan selama beberapa jam hingga situasi kembali kondusif.

Dengan hasil ini, Persipura Jayapura dipastikan tetap berada di kasta Championship untuk musim berikutnya. Mereka harus menunda ambisi kembali ke level kompetisi tertinggi hingga percobaan berikutnya di musim 2027/2028.

Kegagalan ini menimbulkan reaksi keras dari kalangan mantan pemain yang pernah membawa kejayaan klub. Legenda Persipura Jayapura, Gerald Pangkali, menyampaikan kekecewaannya secara terbuka melalui unggahan di media sosial pribadinya.

Pangkali menuntut pertanggungjawaban dari seluruh elemen tim yang terlibat dalam kegagalan kali ini. "Jangan bikin malu karena kami susah payah merebut barang itu, karena kami bertanggung jawab untuk tanah dan negeri ini. Kami legenda Merah Hitam. Masih ada," ujar Gerald Pangkali, legenda Persipura.