Umat Muslim di Kota Jayapura kini tengah menjalankan ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Penentuan waktu berbuka menjadi momen yang paling dinanti oleh masyarakat di ujung timur Indonesia tersebut. Pada tanggal 25 Februari 2026, warga perlu memperhatikan waktu tepat berkumandangnya adzan Maghrib sebagai tanda membatalkan puasa.
Berdasarkan data resmi, jadwal buka puasa untuk wilayah Jayapura telah ditetapkan oleh otoritas terkait secara akurat. Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam merilis panduan waktu ibadah ini secara berkala. Hal ini bertujuan agar seluruh umat Islam di Papua dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan tepat waktu.
Penyusunan jadwal imsakiyah Ramadhan 1447 H ini berfungsi sebagai pedoman utama bagi seluruh masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya. Informasi yang tercantum dalam laman resmi bimasislam.kemenag.go.id menjadi rujukan valid bagi pengurus masjid dalam mengumandangkan adzan. Ketetapan ini mencakup waktu imsak, jadwal salat fardu, hingga waktu berbuka puasa setiap harinya.
Saat waktu berbuka tiba, umat Islam disunnahkan untuk melafalkan doa sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Doa "Allahumma laka sumtu wabika aamantu wa’ala rizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin" menjadi bacaan yang umum dilafalkan warga. Makna doa tersebut mencerminkan kepasrahan dan rasa terima kasih yang mendalam atas rezeki serta kasih sayang-Nya.
Tradisi menunggu waktu berbuka atau ngabuburit juga menjadi pemandangan menarik yang menghiasi ibu kota Provinsi Papua ini. Banyak warga yang memilih berkumpul di kawasan Lapangan Trisila untuk berburu berbagai menu takjil yang menggugah selera. Suasana hangat penuh kebersamaan sangat terasa di pusat keramaian tersebut menjelang matahari terbenam.
Selain di pusat kota, tepian Danau Sentani juga menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin menikmati pemandangan alam yang asri. Keindahan danau di sore hari memberikan ketenangan tersendiri sembari menanti suara adzan Maghrib berkumandang dari kejauhan. Lokasi ini selalu dipadati pengunjung yang ingin melepas penat setelah seharian penuh menjalankan kewajiban berpuasa.
Dengan adanya panduan jadwal resmi ini, diharapkan warga dapat mengatur waktu ibadah dan aktivitas harian mereka dengan lebih baik. Ketaatan terhadap waktu yang telah ditentukan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas ibadah puasa di bulan suci. Pastikan untuk selalu merujuk pada sumber informasi resmi demi kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian kewajiban agama.
Sumber: Infonasional