Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Selasa, 24 Februari 2026. Fenomena cuaca ekstrem ini sempat memicu kekhawatiran terkait kelancaran arus transportasi udara di Pulau Dewata. Meskipun demikian, pihak otoritas bandara memastikan bahwa aktivitas penerbangan secara umum masih berada dalam koridor normal.

Dampak cuaca buruk tersebut memaksa dua maskapai internasional untuk melakukan pengalihan pendaratan demi menjaga keselamatan penumpang. Pesawat Cebu Pacific dengan nomor penerbangan 5J 281 dari Manila terpaksa mendarat di Makassar. Sementara itu, armada Indonesia AirAsia QZ 247 yang datang dari Phuket harus mengalihkan rutenya menuju Jakarta sebelum situasi mereda.

Gede Eka Sandi Asmadi selaku Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, pesawat dari Manila tersebut dialihkan pada pukul 00.12 Wita, diikuti oleh pengalihan pesawat dari Phuket pukul 01.05 Wita. Beruntung, kedua pesawat tersebut akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Denpasar pada pagi harinya.

Eka Sandi menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak BMKG dan AirNav Indonesia guna memantau pergerakan cuaca. "Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keselamatan dan kualitas layanan terminal tetap terjaga bagi para penumpang," tuturnya secara resmi. Ia juga memastikan bahwa seluruh fasilitas terminal tetap berfungsi maksimal demi kenyamanan para pengguna jasa.

Sektor keberangkatan juga tidak luput dari kendala operasional akibat hujan lebat yang menyelimuti wilayah Badung tersebut. Penerbangan Cebu Pacific tujuan Manila mengalami penundaan selama tiga jam dari jadwal yang seharusnya ditetapkan. Selain itu, rute domestik menuju Lombok yang dilayani TransNusa dan Wings Air turut mengalami penjadwalan ulang serta keterlambatan.

Secara rinci, pesawat TransNusa tujuan Lombok dijadwalkan ulang menjadi pukul 15.29 Wita untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang tidak menentu. Di sisi lain, maskapai Wings Air dengan rute yang sama tercatat mengalami keterlambatan keberangkatan selama satu jam dari jadwal semula. Meskipun ada penyesuaian jadwal, arus penumpang di terminal keberangkatan tetap terpantau kondusif dan terkendali.

Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui Bandara Ngurah Rai diimbau untuk tiba lebih awal di lokasi bandara. Hal ini sangat disarankan guna menghindari potensi hambatan lalu lintas akibat genangan air atau kemacetan di akses menuju bandara. Penumpang juga diharapkan selalu memantau status penerbangan mereka melalui kanal informasi resmi masing-masing maskapai secara berkala.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/operasional-bandara-ngurah-rai-24-februari-2026