Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat di Kabupaten Trenggalek mulai merasakan beban ekonomi akibat kenaikan harga pangan. Sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional terpantau mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Fenomena tahunan ini kembali terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas belanja warga untuk persiapan menyambut bulan puasa.
Lonjakan harga yang paling mencolok terlihat pada komoditas cabai rawit merah di Pasar Basah Trenggalek. Harga bumbu dapur pedas tersebut kini menyentuh angka Rp92.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang jauh lebih rendah. Kenaikan drastis sebesar Rp32.000 ini mengejutkan banyak konsumen yang terbiasa membeli dengan harga normal di pasar tersebut.
Selain cabai, telur ayam ras juga turut mengalami kenaikan harga yang memberatkan kantong para pembeli. Saat ini, harga telur ayam merangkak naik dari Rp26.000 menjadi Rp30.000 per kilogram di lokasi perdagangan yang sama. Kondisi tersebut membuat para ibu rumah tangga harus memutar otak untuk mengatur pengeluaran harian mereka agar tetap mencukupi.
Siti Fatimah, salah seorang pedagang di Pasar Basah, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini sudah berlangsung selama lima hari terakhir. Menurutnya, stok barang sebenarnya masih relatif aman dan tersedia cukup banyak di tingkat distributor lokal. Namun, permintaan masyarakat yang melonjak drastis menjadi pemicu utama fluktuasi harga di tingkat pedagang eceran saat ini.
Peningkatan kebutuhan masyarakat ini berkaitan erat dengan tradisi lokal menyambut Ramadan yang dikenal sebagai musim selamatan megengan. Banyak warga yang menggelar acara syukuran sehingga membutuhkan bahan pangan dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. Hal inilah yang mendorong volume penjualan meningkat meskipun harga barang sedang berada di posisi yang cukup tinggi.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa meskipun harga mahal, transaksi jual beli di pasar tradisional tetap berjalan dengan sangat ramai. Para pedagang tetap memasok barang secara rutin untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan di tengah tingginya minat beli warga. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau pergerakan harga agar tetap terkendali hingga hari raya Idulfitri mendatang.
Kenaikan harga menjelang Ramadan di Trenggalek ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah. Warga sangat berharap agar harga kebutuhan pokok bisa segera stabil kembali dalam waktu dekat ini. Dengan demikian, pelaksanaan ibadah puasa di tahun 2026 ini dapat berjalan dengan tenang tanpa terbebani masalah ekonomi.