PORTAL7.CO.ID - Aksi unjuk rasa berskala besar mengguncang Kabupaten Pati pada hari Senin, 4 Mei 2026, sebagai respons langsung terhadap kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar non-subsidi.

Ribuan nelayan yang tergabung dalam berbagai paguyuban nelayan memutuskan untuk menyuarakan aspirasi mereka di depan Kantor Bupati Pati. Para peserta aksi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah terkait dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kenaikan harga BBM tersebut.

Pemicu utama demonstrasi ini adalah lonjakan harga solar non-subsidi yang dilaporkan telah meningkat drastis hingga mencapai empat kali lipat dari harga sebelumnya. Kenaikan harga yang signifikan ini dinilai sangat memberatkan beban biaya operasional para nelayan.

Kenaikan harga BBM jenis solar non-subsidi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan komunitas nelayan. Mereka merasa bahwa biaya operasional untuk melaut kini menjadi tidak sebanding dengan potensi hasil tangkapan ikan yang didapatkan.

Dilansir dari Detikcom, kenaikan signifikan ini membuat para nelayan menghadapi tantangan berat dalam menutupi biaya operasional kapal mereka untuk bisa melaut. Hal ini mengancam kelangsungan hidup ratusan keluarga nelayan di wilayah Pati.

Para nelayan berpendapat bahwa dengan tingginya biaya bahan bakar, mereka tidak lagi memiliki margin keuntungan yang memadai untuk menjaga keberlangsungan usaha perikanan mereka. Mereka berharap ada solusi konkret dari pihak pemerintah.

Aksi massa yang terorganisir ini menunjukkan betapa seriusnya dampak kenaikan harga solar tersebut terhadap sektor perikanan lokal. Para nelayan berharap tuntutan mereka dapat segera direspons dengan kebijakan yang lebih berpihak pada mereka.

Dikutip dari Detikcom, kenaikan signifikan ini membuat para nelayan tidak mampu lagi menutupi biaya operasional kapal mereka untuk melaut," demikian disampaikan oleh salah satu perwakilan paguyuban nelayan dalam orasinya di depan kantor bupati.

Aksi protes ini berfokus pada upaya mencari jalan keluar agar harga solar non-subsidi dapat kembali stabil atau setidaknya diberikan skema subsidi khusus bagi sektor transportasi laut perikanan.