Tepat satu tahun kepemimpinan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton menunjukkan perkembangan yang signifikan bagi daerah. Visi "Kudus Sehat" yang mengedepankan masyarakat Sejahtera, Harmoni, dan Takwa mulai membuahkan hasil konkret di berbagai sektor pembangunan. Transformasi ini terlihat jelas dari sejumlah capaian indikator makro yang mencerminkan kemajuan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh.

Data terbaru menunjukkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Kudus berhasil ditekan dari angka 7,23 persen menjadi 6,59 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami lonjakan positif dari posisi 77,21 menuju angka 77,94. Keberhasilan ini dibarengi dengan penurunan prevalensi stunting yang kini berada di level 3,75 persen dari sebelumnya yang menyentuh 4,03 persen.

Sektor tata kelola pemerintahan turut mencatatkan prestasi dengan kenaikan indeks integritas daerah sebesar 1,61 poin menjadi 72,15. Reformasi birokrasi juga menunjukkan efektivitas yang tinggi melalui peningkatan signifikan sebanyak 4,88 poin hingga mencapai angka 88,31. Sebanyak 20 program unggulan daerah telah terealisasi sepenuhnya dengan penyerapan anggaran mencapai Rp 406 miliar atau sekitar 94,68 persen.

Pemerintah Kabupaten Kudus juga menggulirkan berbagai kebijakan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat luas di akar rumput. Program tersebut meliputi pemberian token listrik gratis untuk rumah ibadah serta tunjangan khusus bagi para imam dan marbot masjid. Tersedia pula layanan ambulans gratis 24 jam, santunan kematian sebesar Rp 1,5 juta, hingga jaminan kesehatan melalui program UHC BPJS.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan seluruh elemen masyarakat dalam mencapai target kinerja selama setahun terakhir. Ia mengakui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki demi menyempurnakan pembangunan di masa mendatang. "Kami menyadari banyak kekurangan, tapi berkat dukungan masyarakat kami harap bisa mencapai indikator kinerja yang diinginkan," ujarnya pada Selasa (24/2/2026).

Kedepannya, Pemerintah Kabupaten Kudus akan memprioritaskan kemudahan sektor perizinan guna memicu pertumbuhan lapangan kerja baru bagi warga lokal. Sam'ani menegaskan bahwa regulasi baru akan dioptimalkan agar proses instalasi dan pengawalan izin usaha dapat berjalan jauh lebih cepat. Langkah strategis ini diharapkan mampu menarik minat investor sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah di wilayah Kudus.

Meski mencatatkan banyak kemajuan, masalah penanganan sampah diakui masih menjadi tantangan besar yang belum terselesaikan secara maksimal oleh pemerintah. Saat ini efektivitas pengelolaan sampah baru menyentuh angka 60 hingga 65 persen dari total volume limbah yang dihasilkan. Sam'ani berharap optimalisasi teknologi RDF serta kolaborasi dengan PT Djarum dalam pengolahan sampah organik dapat menjadi solusi permanen.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/kinerja-positif-setahun-samani-bellinda