PORTAL7.CO.ID - Pertandingan final Kejuaraan Mineiro antara dua rival sekota, Cruzeiro dan Atlético-MG, berakhir dengan catatan kelam setelah terjadi kerusuhan besar di lapangan. Kericuhan tersebut memaksa wasit mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan total 23 kartu merah.

Insiden yang sangat jarang terjadi ini terungkap setelah pertandingan mencapai menit-menit akhir di Stadion Mineirão. Menurut laporan yang diterima, perkelahian massal pecah hanya sekitar 30 detik sebelum waktu normal berakhir.

Pemicu utama keributan adalah konfrontasi fisik antara gelandang Cruzeiro, Christian, dengan kiper Atlético-MG, Éverson. Bentrokan ini terjadi saat keduanya berebut bola muntah hasil tepisan kiper lawan.

Éverson dilaporkan tidak terima dengan kontak yang terjadi dan langsung menjatuhkan Christian ke atas rumput lapangan. Situasi ini dengan cepat memicu reaksi berantai dari pemain kedua tim dan juga petugas keamanan di pinggir lapangan.

Rekaman video yang tersebar luas menunjukkan bahwa mantan bintang tim nasional Brasil, Hulk, yang bermain untuk Atlético-MG sejak 2021, juga terlibat dalam baku hantam tersebut. Pemain berusia 39 tahun itu terlihat berusaha memukul pemain lawan.

Wasit yang bertugas, Matheus Delgado, terpaksa menghentikan jalannya pertandingan selama kurang lebih delapan menit. Penghentian ini dilakukan untuk menunggu situasi di lapangan benar-benar kondusif sebelum pertandingan dilanjutkan kembali.

Setelah ketegangan mereda, wasit meniup peluit panjang yang mengesahkan kemenangan tipis Cruzeiro dengan skor akhir 1-0. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Cruzeiro meraih trofi negara bagian pertama mereka sejak tahun 2019.

Kaio Jorge, striker Cruzeiro yang mencetak gol tunggal penentu kemenangan, memberikan komentarnya mengenai akhir pertandingan yang penuh gejolak tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakannya adalah upaya membela rekan setim.

"Tentu saja kami tidak ingin pertandingan berakhir seperti itu, tetapi saya tidak bisa membiarkan rekan setim dalam masalah. Saya pergi untuk membela mereka," ujar Kaio Jorge.