PORTAL7.CO.ID - Manajemen Chelsea dikabarkan tengah bersiap untuk mengevaluasi kebijakan transfer pemain muda mereka secara menyeluruh. Langkah strategis ini mencuat menjelang pertandingan tandang krusial melawan Brighton and Hove Albion yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa malam di Stadion American Express.

Keputusan untuk meninjau ulang kebijakan tersebut diambil setelah The Blues mengalami penurunan performa yang signifikan dengan catatan empat kekalahan beruntun di liga domestik. Saat ini, klub asal London Barat tersebut masih tertahan dan tertinggal tujuh poin dari zona empat besar klasemen dengan hanya menyisakan lima pertandingan di musim ini.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari The Athletic, manajemen mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan model perekrutan pemain muda yang selama ini diterapkan. Sebelumnya, strategi transfer Chelsea banyak terinspirasi oleh model kesuksesan Brighton dalam mengorbitkan bakat-bakat baru.

Krisis yang melanda tim semakin diperparah dengan kegagalan lini depan mereka dalam mencetak gol pada empat pertandingan terakhir. Gol liga terakhir yang berhasil dicatatkan Chelsea terjadi saat kemenangan melawan Aston Villa pada 4 Maret 2026, atau hampir tujuh minggu yang lalu.

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengakui bahwa timnya sedang berada dalam tekanan besar setelah kekalahan tipis 0-1 dari Manchester United pada akhir pekan lalu. Posisi Chelsea kini merosot ke peringkat sembilan dalam tabel performa Liga Primer sejak Rosenior mengambil alih kepemimpinan tim.

"Tantangan yang kami hadapi saat ini terasa sangat berat, seolah-olah ada gunung besar yang harus segera kami daki," tutur Liam Rosenior.

Rosenior menekankan bahwa meraih poin penuh di markas Brighton adalah harga mati untuk mengembalikan momentum tim di sisa kompetisi. Meskipun hasil akhir belum memihak, ia tetap meyakini bahwa secara statistik permainan anak asuhnya menunjukkan potensi yang besar.

"Situasi ini bukan tidak mungkin untuk diatasi, namun kami harus datang ke Brighton dengan tekad kuat untuk menang demi memulai kembali sisa musim kami," lanjut Liam Rosenior.

Walaupun tekanan dari para pendukung semakin meningkat, posisi Rosenior sebagai pelatih kepala dikabarkan masih tetap aman hingga akhir musim penuh pertamanya. Kebijakan ini mencerminkan sikap pemilik klub yang sebelumnya juga memberikan kesempatan serupa kepada pelatih seperti Mauricio Pochettino dan Enzo Maresca.