PORTAL7.CO.ID - Cadiz CF harus menelan pil pahit setelah takluk dari Deportivo La Coruna dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, di Stadion JP Financial. Kekalahan tipis ini memberikan dampak signifikan terhadap posisi klub dalam klasemen sementara liga.

Pelatih Cadiz CF, Imanol Idiakez, menjadi sorotan utama usai pertandingan karena secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit yang dinilainya kontroversial. Ia juga menyoroti beberapa peluang emas yang gagal dimanfaatkan timnya sebelum kebobolan di penghujung laga.

Idiakez mengakui bahwa kegagalan dalam mengkonversi peluang krusial, seperti peluang Roger pada menit ke-83, menjadi salah satu faktor utama kekalahan tersebut. Menurutnya, kesalahan koordinasi lini belakang pada menit ke-87 berakibat fatal dengan masuknya gol lawan.

"Al final es difícil controlar las emociones. Tuvimos la del minuto 83, la de Roger, y no la metimos, y luego la del 87 acaba dentro en un error en la marca en el área y ahí se nos ha ido el punto. Hemos peleado ante un gran rival, hemos sobrevivido. El penalti a Antoñito (Cordero) es clarísimo," ujar Imanol Idiakez, Pelatih Cadiz CF.

Sang pelatih menyatakan bahwa Deportivo La Coruna adalah lawan yang memiliki kualitas serangan yang sangat baik dan mampu memberikan tekanan besar sepanjang pertandingan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa timnya harus terus berjuang keras hingga akhir musim demi memperbaiki posisi klub.

"Este equipo te somete y tiene mucha calidad arriba, y en una jugada en la que pudimos hacer mejor las cosas se nos fue ese punto. Debemos seguir en la pelea hasta el final," kata Imanol Idiakez, Pelatih Cadiz CF.

Insiden yang paling menjadi perhatian Idiakez adalah pelanggaran terhadap Antoñito Cordero yang menurutnya seharusnya berbuah tendangan penalti. Ia bahkan sempat berkomunikasi langsung dengan wasit setelah peluit akhir dibunyikan untuk membahas keputusan tersebut.

"He hablado con el árbitro al final del partido y me dice que para él no es suficiente. No entiendo que no sea suficiente meterle la pierna en el gemelo. Para mí ha sido clarísimo porque ha sido un rodillazo a la altura del gemelo. En los goles cambian los partidos y no ha podido ser. Quedan tres semanas y vamos a pelear todo," tutur Imanol Idiakez, Pelatih Cadiz CF.

Idiakez juga mengevaluasi performa lini tengah Cadiz pada babak kedua yang dinilainya kesulitan mengontrol ritme permainan. Hal ini menyebabkan timnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengejar bola daripada menguasainya.