PORTAL7.CO.ID - PT Karya Bahari Abadi (KBA) bekerja sama dengan CV Sentral Yanmar Prambanan menyelenggarakan program bakti sosial berupa servis gratis mesin tempel bagi para nelayan di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan momen peringatan Hari Nelayan pada tanggal 9 Mei 2026.

Inisiatif kolaboratif ini memiliki tujuan penting, yaitu menjaga produktivitas armada kapal nelayan sekaligus menjamin aspek keselamatan kerja mereka saat beraktivitas di laut. Upaya ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sektor maritim nasional Indonesia.

Sasaran utama dari program servis gratis ini adalah perawatan preventif terhadap sekitar 500 unit mesin tempel merek Yamaha yang digunakan oleh masyarakat pesisir setempat. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis saat melaut.

Rangkaian layanan teknis yang disediakan mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi mesin, pembersihan komponen vital, penggantian oli mesin, serta penggantian busi yang sudah aus. Selain itu, para teknisi juga memberikan edukasi perawatan mesin yang benar kepada para nelayan.

Penyelenggara menekankan bahwa kesiapan sarana produksi, termasuk mesin tempel yang prima, merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sektor perikanan tangkap. Kesiapan alat produksi sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan.

Perwakilan penyelenggara menyampaikan pentingnya peran alat produksi dalam mendukung aktivitas penangkapan ikan. "Penguatan sektor perikanan tidak hanya soal hasil tangkapan, tapi juga kesiapan alat produksi nelayan. Melalui program ini, kami ingin memastikan nelayan bisa melaut dengan lebih aman dan efisien," ujar perwakilan penyelenggara.

Kegiatan akbar ini diusung dengan tema besar "Nelayan Tangguh, Laut Lestari, Ekonomi Bangkit," yang juga menyentuh isu mengenai urgensi pelestarian ekosistem laut. Lingkungan laut yang terjaga dianggap sebagai fondasi utama keberlanjutan ekonomi maritim jangka panjang.

Dilansir dari Detik Oto, sektor perikanan tangkap masih menjadi tumpuan ekonomi bagi jutaan penduduk di wilayah pesisir Indonesia. Namun, faktor seperti cuaca ekstrem dan minimnya akses perawatan teknologi seringkali menjadi penghambat utama bagi kinerja para nelayan di lapangan.

Pelaksanaan agenda ini turut didukung penuh oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Gunungkidul dan melibatkan langsung Dinas Perikanan setempat. Sinergi antara pelaku industri, komunitas, dan pemerintah daerah dinilai efektif dalam memperkuat ketahanan ekonomi pesisir.