PORTAL7.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat rentan melalui penyaluran bantuan sosial (bansos). Dua program utama yang menjadi fokus percepatan penyaluran saat ini adalah Program Sembako dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) untuk alokasi bulan Mei 2026.

Program Sembako sendiri merupakan evolusi dari BPNT yang telah diluncurkan sejak tahun 2017, sebuah upaya pemerintah untuk mentransformasi bantuan pangan. Awalnya, bantuan ini hanya mencakup komoditas dasar seperti beras dan telur, namun kini cakupan bahan pangannya telah diperluas secara signifikan.

Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui mekanisme nontunai, memanfaatkan sistem uang elektronik atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dana yang tersalur kemudian digunakan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk membeli kebutuhan pokok di agen resmi seperti e-Warong atau perbankan yang ditunjuk.

Mekanisme bantuan pangan nontunai ini telah mengalami perkembangan sejak pertama kali diterapkan menggantikan subsidi beras Raskin di 44 kota. Perubahan sistem ini bertujuan membuat penyaluran lebih akurat, praktis, dan mengurangi risiko penyelewengan dana.

Nilai nominal bantuan juga mengalami peningkatan seiring waktu, menunjukkan adaptasi terhadap kebutuhan penerima manfaat. Jika BPNT awal hanya Rp 110.000 per bulan, saat menjadi Program Sembako pada 2020 nilainya naik menjadi Rp 150.000 per KPM per bulan.

Kemudian, sejak Maret 2020, besaran dana bantuan kembali disesuaikan menjadi Rp 200.000 per bulan untuk memperkuat jaring pengaman sosial. Nominal bantuan sebesar Rp 200.000 ini dipertahankan hingga saat ini bagi seluruh KPM yang terdaftar.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa percepatan penyaluran untuk periode Mei 2026 sangat bergantung pada kecepatan validasi data di tingkat lapangan.

"Insyaallah kita akan percepat penyalurannya selama datanya memang sudah kita terima dan kita akan koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan seterusnya kita serahkan kepada atau kita salurkan lewat Himbara atau juga mungkin dengan PT Pos," kata Gus Ipul pada Selasa (12/04/2026).

Proses distribusi ini direncanakan untuk segera dimulai setelah data penerima valid, dengan perkiraan awal penyaluran untuk mengejar target triwulan kedua tahun 2026.