PORTAL7.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sari Yuliati, melaksanakan kunjungan penting ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada hari Minggu, 3 Mei 2026. Kunjungan ini berfokus pada penyerahan bantuan program Sanitasi Berbasis Masyarakat atau Sanimas.

Area yang menjadi sasaran penyaluran bantuan ini meliputi tiga desa spesifik, yaitu Desa Batujai, Desa Ungga, dan Desa Tanak Awuk. Program ini merupakan inisiatif pemerintah yang didanai sepenuhnya melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Tujuan utama dari program Sanimas ini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah yang masih kekurangan fasilitas kebersihan dasar dapat segera memperoleh akses sanitasi yang layak dan memadai. Ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sari Yuliati menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini adalah bukti nyata komitmen negara dalam upaya meningkatkan standar hidup warganya. Menurut pandangannya, intervensi melalui program sanitasi ini memiliki peran strategis dalam mengatasi tantangan historis terkait minimnya infrastruktur kesehatan di berbagai daerah Indonesia.

Mengenai pentingnya sanitasi, Sari Yuliati menyampaikan bahwa isu ini jauh melampaui sekadar kebersihan fisik lingkungan semata. "Sanitasi bukan sekadar soal kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan, produktivitas, dan masa depan generasi kita. Tanpa sanitasi yang layak, risiko penyakit meningkat dan beban ekonomi masyarakat juga ikut bertambah," ujar Sari Yuliati dalam keterangan tertulis yang diterima pada hari Senin, 4 Mei 2026.

Sebagai legislator yang mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat II, Sari Yuliati juga mengingatkan bahwa kesuksesan jangka panjang program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dari masyarakat penerima manfaat. Ia menekankan pentingnya pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun.

Beliau lebih lanjut menyampaikan pesan penting mengenai keberlanjutan fasilitas tersebut kepada warga setempat. "Jangan sampai fasilitas sudah dibangun dengan anggaran negara, tetapi tidak dimanfaatkan atau tidak dirawat. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah," tegas Sari Yuliati.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, Sari Yuliati mendorong Pemerintah Daerah setempat untuk memperkuat aspek edukasi. Ia menggarisbawahi perlunya penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan masyarakat.

Efektivitas penggunaan dana APBN harus dinilai berdasarkan dampak riil yang dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar besaran nominal dana yang telah digelontorkan. Hal ini disampaikannya sebagai penekanan pada akuntabilitas program.