PORTAL7.CO.ID - FC Tokyo tengah bersiap menghadapi serangkaian pertandingan penting melawan FC Machida Zelvia dalam lanjutan Meiji Yasuda J1 Century Vision League. Dua laga yang dijadwalkan pada 1 April 2026 di Stadion Machida GION dan dilanjutkan 5 April 2026 ini sangat menentukan posisi kedua tim di papan atas klasemen sementara.
Hasil imbang dalam pertandingan sebelumnya melawan Tokyo Verdy, yang berakhir dengan satu poin setelah kalah adu penalti, menjadi pelajaran berharga bagi skuad FC Tokyo. Perubahan signifikan enam pemain dalam laga tersebut mengindikasikan upaya pelatih mencari formula ofensif yang lebih tajam.
Menghadapi Machida, Pelatih Kepala FC Tokyo, Rikizo Matsuhashi, menekankan pentingnya menjaga fokus dan motivasi tinggi dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan. Ia mengingatkan agar tim tidak meremehkan lawan meski Machida Zelvia dikenal sebagai tim yang solid secara pertahanan.
Matsuhashi juga memberikan arahan kepada anak asuhnya agar tidak terlalu kaku dalam menerapkan strategi, namun tetap berpegang teguh pada filosofi inti permainan yang telah dibangun tim. Hal ini menunjukkan pentingnya adaptabilitas di tengah persaingan ketat J1 League.
Saat ini, Machida Zelvia menempati posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 17 poin dari delapan pertandingan yang telah dilakoni. FC Tokyo berada tepat di bawahnya di peringkat ketiga, dengan hanya terpaut satu poin saja, menjadikan dua pertemuan ini krusial dalam perebutan gelar juara.
Pelatih Matsuhashi memaparkan analisisnya mengenai kekuatan lawan, menyoroti bahwa Machida Zelvia kerap memanfaatkan umpan silang dan bola pantul di area pertahanan lawan. Mereka dinilai terampil mengeksploitasi celah sekecil apa pun yang ditinggalkan lawan.
"Jika kami memberikan celah pada saat-saat kritis, Machida memiliki kekuatan yang tidak akan melewatkan situasi tersebut," ujar Rikizo Matsuhashi, menegaskan bahaya serangan balik terorganisir dari tim lawan.
Pemain Keito Sato menyatakan kesiapannya untuk bertarung habis-habisan, terutama dalam menjaga intensitas duel di lapangan tengah maupun lini serang. Ia menekankan perlunya dominasi permainan oleh FC Tokyo.
"Kami tidak memiliki niat untuk kalah dalam hal intensitas," kata Keito Sato, seraya menambahkan bahwa tim harus mampu mendominasi penguasaan bola dan mengeksploitasi ruang kosong di belakang lini pertahanan Machida.