PORTAL7.CO.ID - Republik Demokratik (RD) Kongo akhirnya berhasil mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang selama 52 tahun. Kepastian bersejarah ini didapat setelah mereka menaklukkan Jamaika melalui skor tipis 1-0 dalam laga penentuan.

Duel penentuan ini merupakan pertandingan final play-off interkontinental yang diselenggarakan di Stadion Guadalajara, Meksiko. Gol tunggal yang memecah kebuntuan dan memastikan kemenangan dicetak oleh Axel Tuanzebe pada babak tambahan waktu.

Axel Tuanzebe, pemain yang sebelumnya pernah memperkuat tim muda Inggris, muncul sebagai pahlawan kemenangan pada menit ke-100 pertandingan. Gol tercipta ketika ia dengan sigap memanfaatkan bola liar dari situasi tendangan sudut yang dieksekusi oleh Brian Cipenga.

Kemenangan ini menempatkan Tuanzebe dalam catatan sejarah sepak bola negaranya, mengingat ia baru memutuskan membela tanah kelahirannya tersebut pada tahun 2024. Ia menyatakan bahwa laga ini merupakan pencapaian tertinggi dalam perjalanan profesionalnya.

"Pertandingan ini adalah momen terbesar dalam karier saya," ujar Tuanzebe saat diwawancarai BBC sebelum laga dimulai.

Keputusan wasit untuk mengesahkan gol sempat ditunda karena adanya pemeriksaan melalui Video Assistant Referee (VAR) terkait potensi pelanggaran handsball. Namun, hasil tinjauan VAR mengonfirmasi bahwa bola mengenai bagian tubuh Tuanzebe dan bukan merupakan pelanggaran yang dapat dianulir.

Sebelum gol krusial itu terjadi, penyerang senior Cedric Bakambu sebenarnya sempat dua kali menjebol gawang Jamaika pada waktu normal. Sayangnya, kedua peluang emas tersebut harus dianulir oleh wasit karena posisi Bakambu yang sudah lebih dulu terperangkap offside.

Sementara itu, timnas Jamaika asuhan pelatih interim Rudolph Speid gagal mewujudkan asa mereka untuk kembali tampil di Piala Dunia seperti capaian mereka di tahun 1998. Mereka kesulitan membangun serangan berbahaya untuk mencari gol penyeimbang di sisa waktu pertandingan.

Keberhasilan RD Kongo ini merupakan puncak dari kampanye kualifikasi yang sangat panjang dan menguras tenaga sejak babak penyisihan grup dimulai pada November 2023. Tim yang dilatih oleh Sebastien Desabre ini total telah melalui 13 pertandingan berat sebelum memastikan tiket lolos.