Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Gunungkidul sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Kondisi alam yang tidak bersahabat ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik lokasi yang berbeda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera melakukan pendataan dan penanganan terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Berdasarkan catatan resmi BPBD Gunungkidul, terdapat sedikitnya empat kejadian pohon tumbang yang dilaporkan oleh warga di berbagai wilayah. Salah satu insiden yang paling menonjol terjadi di kawasan Besari, Kelurahan Siraman, Kapanewon Wonosari. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB saat hujan lebat masih mengguyur wilayah tersebut.
Objek yang tumbang merupakan sebuah pohon beringin berukuran sangat besar yang diperkirakan telah berusia hingga ratusan tahun. Akibat ukurannya yang masif, pohon tersebut jatuh melintang di tengah jalan dan menutup total akses transportasi bagi masyarakat. Kejadian ini sempat melumpuhkan aktivitas warga yang biasa melintasi jalur penghubung antar pedukuhan di wilayah Wonosari.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah ini. Ia menjelaskan bahwa posisi pohon yang jatuh melintang tepat berada di atas jembatan penghubung atau crossway antar wilayah. Akses utama yang menghubungkan Pedukuhan Winong dan Besari pun sempat terputus total selama proses evakuasi berlangsung.
Selain menutup akses jalan, tumbangnya pohon raksasa tersebut juga memicu kekhawatiran akan kerusakan infrastruktur jembatan di sekitarnya. Petugas gabungan di lapangan harus bekerja ekstra keras untuk mengevakuasi batang pohon yang memiliki diameter sangat besar. Warga sekitar juga turut bahu-membahu membantu proses pembersihan agar jalur transportasi dapat segera dilalui kembali oleh kendaraan.
Tim reaksi cepat dari BPBD Gunungkidul bersama relawan telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan tindakan penanganan darurat. Mereka menggunakan peralatan gergaji mesin untuk memotong batang pohon beringin tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Hingga saat ini, proses pembersihan material pohon masih terus diupayakan secara maksimal agar aktivitas ekonomi warga kembali normal.
Masyarakat setempat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. BPBD meminta warga segera melaporkan kepada petugas jika melihat adanya pohon yang rawan tumbang di lingkungan tempat tinggal mereka. Langkah antisipasi dini sangat diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian materiil maupun ancaman terhadap keselamatan jiwa.