PORTAL7.CO.ID - Suasana pagi di lapangan Monas, Jakarta, tampak riuh pada peringatan May Day 2026. Ribuan buruh berkumpul untuk merayakan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026.
Di tengah kerumunan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto hadir dan memberikan perhatian khusus bagi para pengemudi ojek online (ojol). Beliau menyoroti beban potongan pendapatan yang selama ini dinilai memberatkan para mitra pengemudi di lapangan.
"Enak saja. Kamu yang bekerja keras dan berkeringat, namun pihak lain yang justru mendapatkan uangnya. Mohon maaf saja," ujar Prabowo di hadapan para buruh yang menyambutnya dengan sorak-sorai.
Presiden Prabowo menilai bahwa selama ini perusahaan aplikator mendapatkan keuntungan yang terlalu besar dari hasil jerih payah para pengemudi. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor transportasi informal.
Beliau menegaskan bahwa para pengemudi ojek online merupakan sosok yang setiap harinya mempertaruhkan nyawa di jalanan demi mencari nafkah, bukan pihak aplikatornya, kata beliau.
Menurut pandangan Presiden, para pengemudi ojol adalah pihak yang paling banyak mencurahkan tenaga dan keringat di medan tugas. Oleh karena itu, skema bagi hasil yang ada saat ini dianggap perlu dievaluasi demi asas keadilan.
Sebagai langkah nyata, Presiden Prabowo menegaskan bahwa potongan pendapatan bagi pengemudi ojol harus berada di bawah angka 10 persen. Pemerintah secara resmi menetapkan kebijakan potongan tersebut kini turun menjadi 8 persen dari sebelumnya 20 persen.
Kebijakan penurunan potongan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi penghasilan bersih yang diterima oleh para pengemudi setiap harinya. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya keseimbangan ekonomi antara penyedia platform dan para mitra.
Informasi mengenai pembelaan Presiden terhadap hak-hak serta penyesuaian tarif potongan bagi pengemudi ojek online ini dikutip dari Kompas.com.