PORTAL7.CO.ID - Para pecinta fenomena langit dapat menantikan momen istimewa yang diprediksi akan terjadi pada bulan Mei tahun 2026 mendatang. Pada periode tersebut, alam akan menyuguhkan kombinasi langka berupa dua kali kemunculan Bulan Purnama serta puncak hujan meteor Eta Aquarid yang memukau.

Peristiwa munculnya dua Bulan Purnama dalam satu bulan kalender merupakan kejadian yang tidak terjadi setiap tahun. Berdasarkan data ilmiah, fenomena ini memerlukan siklus waktu tertentu untuk dapat kembali terulang dan dinikmati oleh masyarakat dari berbagai belahan bumi.

"Fenomena kemunculan ganda Bulan Purnama ini merupakan peristiwa langka yang menurut NASA hanya terjadi rata-rata setiap dua setengah tahun sekali," ujar pihak NASA dalam keterangannya.

Kehadiran dua purnama dalam satu bulan ini memberikan keunikan tersendiri bagi kalender astronomi dunia pada tahun tersebut. Kejadian ini sering kali menarik perhatian luas karena keindahannya yang dapat diamati secara visual dengan mata telanjang jika kondisi cuaca mendukung.

Bulan Purnama pertama yang muncul di awal bulan Mei 2026 dikenal secara tradisional dengan sebutan Flower Moon. Penamaan ini merujuk pada tradisi penanggalan kuno yang menandai saat bunga-bunga mulai bermekaran di belahan bumi utara.

"Bulan Purnama pertama pada bulan tersebut akan dikenal dengan sebutan Flower Moon, yang mencapai titik puncaknya pada hari Jumat, 1 Mei 2026, tepatnya pukul 10.23 waktu setempat," kata pihak Time and Date.

Selain fenomena Bulan Purnama ganda, langit pada periode yang sama juga akan dimeriahkan oleh hujan meteor Eta Aquarid. Fenomena ini diprediksi akan mencapai puncaknya dengan intensitas yang cukup tinggi dan memberikan pemandangan yang spektakuler bagi para pengamat bintang.

Berbagai rangkaian peristiwa langit ini menjadikan bulan Mei 2026 sebagai salah satu periode paling dinantikan dalam kalender astronomi global. Masyarakat diimbau untuk memantau prakiraan cuaca setempat agar dapat mengamati momen langka ini dengan lebih jelas.

Seluruh informasi mengenai jadwal dan detail teknis fenomena alam ini telah dirangkum untuk memberikan panduan bagi para penggemar astronomi. Persiapan yang matang, seperti mencari lokasi yang minim polusi cahaya, akan membantu dalam mendapatkan pengalaman pengamatan yang maksimal.