PORTAL7.CO.ID - PT Jasa Marga telah menyiapkan langkah antisipatif menyambut prediksi lonjakan signifikan pada arus mudik Lebaran tahun 2026 mendatang. Fokus utama pengawasan adalah pada ruas jalan tol yang menjadi gerbang utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Berdasarkan proyeksi terbaru yang dirilis, diperkirakan bahwa kepadatan lalu lintas akan mencapai titik puncaknya pada tanggal 18 Maret 2026. Angka ini menandakan bahwa volume kendaraan yang melintas akan jauh melampaui rata-rata harian di luar periode liburan.
Secara spesifik, Gerbang Tol Cikampek Utama (GTCU) menjadi sorotan utama dalam pemetaan volume kendaraan oleh operator tol. Jasa Marga memperkirakan bahwa sekitar 126 ribu unit kendaraan akan melewati gerbang tol tersebut dalam kurun waktu satu hari penuh.
Angka proyeksi 126.000 kendaraan tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat substansial dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal. Peningkatan ini diperkirakan mencapai lebih dari 300 persen dari volume kendaraan yang biasa melintasi tol pada hari biasa.
Kenaikan drastis ini menempatkan periode puncak mudik 2026 sebagai salah satu momen dengan mobilitas tertinggi sepanjang sejarah periode libur Lebaran. Manajemen perlu memastikan kesiapan infrastruktur dan personel memadai untuk mengatasi kepadatan tersebut.
Pernyataan resmi mengenai proyeksi kepadatan ini disampaikan langsung oleh perwakilan manajemen perusahaan. Hal ini penting sebagai dasar bagi pemangku kepentingan untuk menyusun strategi manajemen lalu lintas yang efektif.
"Lonjakan ini menjadi salah satu yang tertinggi selama periode mudik," kata Ria Marlinda Paalo, selaku Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol. Pernyataan ini menegaskan bahwa antisipasi eskalasi kemacetan harus menjadi prioritas utama.
Dilansir dari bogorplus.id, estimasi volume kendaraan yang sangat tinggi ini menuntut koordinasi erat antara Jasa Marga dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya. Pengaturan rekayasa lalu lintas, seperti sistem contraflow, kemungkinan besar akan diterapkan secara intensif.
Jasa Marga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk mempersiapkan diri jauh hari. Pemantauan informasi lalu lintas secara berkala sangat disarankan untuk menghindari terjebak dalam kemacetan panjang pada tanggal 18 Maret 2026.