PORTAL7.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM), Andre Rosiade, secara resmi meresmikan dua fasilitas hunian penting bagi mahasiswa asal Minangkabau di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peresmian dua gedung asrama tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 22 April 2026, sebagai wujud nyata dukungan terhadap diaspora muda Minang di perantauan.
Dua fasilitas yang diresmikan tersebut adalah Asrama Mahasiswi Bundo Kanduang dan Asrama Mahasiswa Marapi Singgalang, yang keduanya diharapkan berfungsi sebagai pusat pembinaan karakter bagi pemuda Minang. Kegiatan peresmian ini berlangsung dalam dua sesi, dimulai dari Asrama Mahasiswi Bundo Kanduang pada pukul 16.30 WIB, dilanjutkan ke Asrama Mahasiswa Marapi Singgalang pada pukul 17.30 WIB.
Langkah strategis ini diambil oleh DPP IKM dengan tujuan utama untuk mempererat tali silaturahmi dan memastikan identitas budaya mahasiswa asal Sumatera Barat tetap terjaga kuat selama mereka menempuh pendidikan di luar kampung halaman.
Andre Rosiade menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar menyediakan tempat tinggal biasa bagi para pelajar yang sedang menimba ilmu. Menurutnya, asrama ini dirancang sebagai wadah edukasi yang menanamkan nilai-nilai tradisional Minangkabau kepada generasi muda.
"Gedung ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat pembinaan generasi muda Minangkabau agar tetap berpegang pada nilai adat dan budaya," ujar Andre Rosiade, Ketua Umum DPP IKM.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut menjelaskan bahwa kedua asrama ini dapat berdiri berkat upaya swadaya dan semangat gotong royong dari para perantau Minang yang berada di Yogyakarta. Meskipun kepemilikan fasilitas tersebut telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, renovasi masih memerlukan dukungan eksternal karena keterbatasan anggaran daerah.
"Melalui kolaborasi DPP IKM bersama Semen Indonesia Group dan Hutama Karya, renovasi dilakukan secara bertahap. Selain perbaikan bangunan, bantuan juga mencakup fasilitas penunjang seperti kulkas, mesin cuci, serta rencana pengadaan lemari dan CCTV guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan penghuni," kata Andre Rosiade.
Andre Rosiade juga menekankan bahwa penggunaan kedua asrama tersebut tidak akan dibatasi oleh sekat komunitas spesifik, menegaskan pentingnya inklusivitas dalam merangkul seluruh mahasiswa yang berasal dari ranah Minang.
"Pokoknyo lai urang Minang, pakailah gedung ko. Namun mari kita rawat dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya," tegas Andre Rosiade.